EnglishIndonesian

Penggemukan Sapi di KUD Sumber Alam

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 16 Februari 2017.

KUD Sumber Alam berlokasi di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Priyono dan M. Ikhsan Shiddieqy serta Bambang Haryanto (Peneliti BPTP Kalimantan Tengah) telah melaksanakan survey ke KUD tersebut. (9/2/2017)

KUD sudah melakukan kegiatan usaha pengembangbiakan dan penggemukan sapi dengan cara dikandangkan sejak tahun 2004. Kebutuhan hijauan berasal dari hasil samping perkebunan kelapa sawit dengan luas 1141 hektar. Tenaga kerja yang dimiliki KUD untuk pemeliharaan ternak sebanyak 3 orang. Jumlah ternak yang dipelihara dewasa (15 jantan dan 17 betina), muda (4 jantan dan 3 betina), anak (5 jantan dan 2 betina. Jumlah kelahiran 3 ekor jantan dan 2 ekor betina/tahun. Sapi digemukkan selama 6 bulan untuk memenuhi pasar Idul Adha. Bangsa sapi yang dipelihara adalah PO, Simental, dan Limousin.

Kebutuhan hijauan sepenuhnya dari hasil cacahan pelepah sawit yang berasal dari lahan sawit plasma. Satu pelepah rata-rata memiliki berat 15 kg, cukup untuk kebutuhan hijauan 2-3 ekor/hari. Harga hasil cacahan pelepah adalah Rp. 75/kg. Konsentrat terdiri dari bungkil sawit, solid dan onggok. Bungkil sawit diperoleh dari pedagang dengan harga Rp. 1000/kg, dengan kebutuhan 120 kg/hari. Solid diperoleh dari perusahaan sawit dengan harga Rp 50/kg, dengan kebutuhan 120 kg/hari. Sedangkan, onggok diperoleh dari perusahaan tapioka dengan harga Rp. 300/kg, dengan kebutuhan 40 kg/hari.

Kendala yang dihadapi perusahaan adalah bungkil sawit agak sulit dicari karena perusahaan tidak mau melayani partai kecil. Solusinya, KUD membeli bungkil kepada pedagang dengan konsekuensi harga lebih tinggi dibanding dengan membeli langsung kepada perusahaan. KUD berharap ada penambahan modal dari investor untuk pengembangan usaha peternakan. Upaya untuk mendapat permodalan itu dilakukan dengan membuka dan mempublikasikan pola kerjasama kemitraan kepada pihak luar. Saat ini pegawai Dinas Peternakan Kotawaringin Timur sudah melakukan investasi 10 ekor dengan sistem bagi hasil dengan perlindungan asuransi.

KUD memiliki pabrik konsentrat sendiri dengan dua set mesin chopper dan satu mixer. Kapasitas produksi konsentrat sebanyak 3 ton/hari. Untuk menghasilkan 1 ton konsentrat, KUD membutuhkan biaya Rp. 600.000. Produksi maksimal hijauan dari pelepah sawit saat ini sesuai kebutuhan sebanyak 200 kg/hari. (REP)

Bagikan Berita ini