EnglishIndonesian

Pengembangbiakan Sapi Lokal dalam Sistem Integrasi Sapi Sawit di PTPN VI Jambi

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 23 Januari 2017.

Info Teknologi (23/01/2017). Salah satu titik ungkit dalam keberhasilan peningkatan populasi sapi potong adalah keberhasilan pengembangbiakan, di mana sapi lokal beradaptasi dengan sangat baik pada pakan berbasis produk samping kelapa sawit (pelepah sawit, bungkil inti sawit, solid sawit). Keunggulan sumber daya genetik sapi lokal (PO dan Bali) adalah dapat bereproduksi sepanjang tahun dengan tidak mengenal musim, jarak kelahiran berkisar antara 12-14 bulan tergantung kondisi tubuh induk, dan dapat memanfaatkan pakan berkualitas rendah. 

Pemeliharaan sapi indukan menggunakan cara intensif dan perkawinan  alam, di mana satu pejantan mengawini 20 ekor betina. Pejantan selalu dalam satu kandang bersama betina. Sapi indukan dan pejantan mendapat pakan berbasis produk samping kelapa sawit dengan kandungan protein 10,1% dan TDN 59,2%. Dalam empat tahun pemeliharaan dengan memanfaatkan pakan berbasis produk samping kelapa sawit, induk sapi PO dan Bali telah beranak tiga kali dengan persentase kelahiran pada tahun pertama adalah 75%, pada tahun kedua 73%, dan pada tahun ketiga adalah 74%.

Kematian anak pra sapih untuk sapi PO cukup rendah yaitu sekitar 7% namun demikian untuk kematian anak pra sapih sapi Bali masih relatif tinggi yaitu sebesar 10-20%.  Bobot lahir anak sapi PO dan Bali berturut-turut adalah 20-22 kg dan 12-14 kg yang tidak jauh berbeda apabila induk dipelihara dengan pakan konvensional. Demikian pula bobot sapih anak sapi PO dan Bali tidak berbeda dengan yang diberi pakan konvensional, yaitu 90-105 kg dan 65-95 kg. Dengan basis pakan serupa, maka bobot pembesaran (siap digemukkan) sapi PO dan Bali berturut-turut adalah 220-320 kg dan 150-250 kg.

Dalam pemeliharaan selama empat tahun dapat disimpulkan bahwa (1) Pengembangbiakan sapi lokal bisa dilakukan dengan mengandalkan pakan berbasis produk samping kelapa sawit; (2) Dalam tiga kali kelahiran, dari 585 ekor induk dapat dihasilkan 1.350 ekor kelahiran anak, di mana yang dapat dibesarkan sebanyak 1.215 ekor. (AHM)

Sumber: Implementasi teknologi peternakan  dalam integrasi sawit-sapi di PTPN VI Jambi (Booklet)

Bagikan Berita ini