EnglishIndonesian

Pemanfaatan Aplikasi SIBIBIT Menunjang Sistem Satu Data Pertanian

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 06 September 2022.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), Dr. Agus Susanto membuka Workshop Pemanfaatan Aplikasi SIBIBIT Menunjang Sistem Satu Data Pertanian yang dilaksanakan di Balai Penelitian Ternak pada tanggal 5 September 2022. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa teknologi digitalisasi informasi dalam dunia revolusi industri 4.0.dapat dimanfaatkan kemajuan bidang peternakan.

“Harapannya dengan workshop ini  semua ikut berpartisipasi aktif untuk memberikan input data dan nanti kita akan memberikan output data yang bisa digunakan secara bersama-sama sehingga kehadiran teknologi informasi ini akan memberikan dampak yang signifikan dalam pembangunan peternakan.”, tegas Dr. Agus Susanto,

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian Ternak, Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, S.Pt, MP. dalam sambutannya menyampaikan aplikasi sibibit yang diinisiasi oleh Puslibangnak ini sangat penting untuk mendapatkan data sebaran yang sudah dihasilkan. “Aplikasi ini menjadi bahan pertanggungjawaban kepada negara bahwa kita sudah menghasilkan bibit unggul. Secara berjenjang aplikasi ini ada disetiap stake holder”, ungkap Dr. Andi Baso

Workshop menghadirkan 4 narasumber, Andri Polos, S.Kom, MM dari Pusadatin sebagai narasumber pertama menyampaikan paparan dengan judul Sistem Satu Data Pertanian dalam Menunjang AWR Kementan. Kemudian dilanjutkan oleh Koordinator KSPHP Puslitbangnak, Dr. Andi Saenab dengan judul Paparan Pemanfaatan Aplikasi SIBIBIT Menunjang Penyediaan Data Sebaran Bibit Ternak Unggul Balitbangtan. Narasumber ketiga Komarudin SPt., MSc., dari Balitnak menyampaikan paparan dengan judul Standarisasi Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan. Narasumber terakhir Sepdrian Dwikirana Putra menyampaikan paparan dengan judul Sosialisasi Aplikasi SIBIBIT.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data penyebaran ternak yang sudah disebarkan melalui BPTP. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring. diikuti oleh Balai pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) seluruh Indonesia, Lolitsapo, Lolitkapo Dinas dll. (REP)

Bagikan Berita ini