EnglishIndonesian

Peluang Ekspor Kelinci, Sejahterakan Peternak

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 24 September 2021.

Telah dilaksanakan rapat koordinasi terkait program Gerakan tiga kali eksport (Gratieks) oleh Badan Karantina Pertanian pada tanggal 21-23 September 2021 di Putri Gunung Hotel Lembang Jawa Barat. Rakor dilakukan untuk mendukung akselerasi ekspor komoditi kelinci. Rakor melibatkan instansi terkait dan kelompok ternak kelinci asal Jawa Barat.

Instansi terkait dalam hal ini adalah Direktorat Kehatan Hewan, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Perbibitan dan Produksi Peternakan, Balai Besar Pertanian Soekarno Hatta, Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Provinsi Jawa Barat, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Balai Inseminasi Buatan Lembang, Balai Veteriner Subang, Balai Penelitian Ternak , Balai Uji Terap Teknik Dan Metode Karantina Pertanian dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bandung.

Dari Puslitbangnak hadir Dr. Andi Saenab selaku Koordinator KSPHP dan Rahmawati. Sedangkan dari Balai Penelitian Ternak hadir Dr. Andi Baso selaku Kepala Balai Penelitian Ternak dan Dr. Bram Brahmantiyo selaku peneliti kelinci.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ir. Bambang, MM dalam sambutannya menyampaikan Kelinci telah ditetapkan sebagai ternak potensi ekspor. Tahun 2021 mencapai ekspor kelinci sekitar 2000 ekor. Hal ini menandakan ekspor kelinci merupakan berpeluang dan dapat berkembang dan mensejahterakan peternak. Menjadi perhatian produktivitas kelinci on farm, off farm dan rantai tataniaga dikelola dengan manajemen yg baik. Harmonisasi kegiatan antar stake holder menjadi kekuatan keberlanjutan komoditas ternak kelinci. Menjadi peluang usaha baru harus terus dikembangkan. Edukasi pemuda untuk budidaya kelinci dan antisipasi peluang pasar yang mempersyaratkan kesehatan hewan.

Persyaratan pangan akan terus meningkat semakin ketat sehingga koordinasi dan sinergitas kegiatan harus terus terbina baik. Membangun persepsi kesehatan ternak kelinci Indonesia dan dilakukan kajian dan bertanggung jawab atas pengendalian penyakit pada kelinci.

Kelinci ternak masa depan berpotensi ekspor dengan pasar yg terus meningkat sesuai dengan pangsa pasar dan tujuan produksi. Badan Karantina Pertanian akan memacu terus upaya-upaya ekspor kelinci

Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Ir. Undang Husni siap bekerja sama mendukung secara teknis, administratif dan pendampingan peternak kelinci sejahtera melalui peningkatan ekspor kelinci. Kadis sangat mendukung terlaksananya ekspor ini dengan seksama.

Paparan pertama disampaikan oleh Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani dengan judul Pelaksanaan dan kendala dalam ekspor kelinci. Kemudian dilanjutkan paparan kedua oleh Direktur Kesehatan Hewan dengan judul paparan Kebijakan direktorat Kesehatan hewan terkait eksportasi kelinci. Paparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani dengan judul paparan Potensi ekspor kelinci.

Tiga paparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat Ir. Undang Husni Tamrin, M.Si dengan judul Peran Dinas Kabupaten Bandung Barat dalam pengembangan peternakan kelinci dan monitoring Kesehatan kelinci di Bandung Barat; Drh Nimas Ayu Pertiwi M.Vet dengan judul paparan Manajemen Kesehatan kelinci dan Dr. Yono Cahyono Rahardjo MSc. Agr dengan judul paparan Manajemen pemeliharaankelinci yang potensi ekspor (REP)

Bagikan Berita ini