EnglishIndonesian

Peduli Hewan Coba, Puslitbangnak Gelar Webinar terkait Kesejahteraan Hewan di Era New Normal

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 19 Juni 2020.

Kapasitas para peneliti dan pengkaji terkait International Animal Care Unit Committee (IAUCUC) dan Komisi Kesejahteraan Hewan Coba Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KKHB) perlu terus ditingkatkan untuk antisipasi di masa pandemi covid 19. Untuk itu Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) berinisisasi melakukan sosialisasi terkait hal tersebut pada tanggal 18 Juni 2020.

Acara yang dilaksanakan secara daring ini dibuka oleh Plt. Kepala Puslitbangnak yang juga Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Dr. NLP Indi Dharmayanti MSI. . Dalam sambutannya, Indi Dharmayanti menyampaikan bahwa Webinar ini bertujuan untuk meng-update bagaimana menyelamatkan hewan coba dalam kegiatan penelitian di masa pandemi Covid-19, serta mengamankan personil peneliti yang berkontak dengan hewan coba. “Diharapkan lingkungan tetap dijaga kebersihannya, peneliti dan hewan coba tetap sehat, dengan memperlakukan hewan secara manusiawi”, imbunhnya.

Sebagai moderator pada acara ini adalah Dr. drh. Susan Maphilindawati Noor, MVSC dari Balai Besar Penelitian Veteriner. Adapun narasumber pada kegiatan ini adalah Drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD, Cert Lam dari Pusat Studi Satwa Primatea IPB yang juga Ketua Animal Care Unit Committee yang memaparkan Sosialisasi IACUC Committee (IACUC). Narasumber kedua dalam Webinar ini adalah Dr. drh. Sutiastuti Wahyuwardani, Peneliti Madya dari Balai Besar Penelitian dan Veteriner yang menyampaikan Komisi Kesejahteraan Hewan Coba Balitbangtan (KKHB).

Fitriya dalam paparannya menyampaikan bahwa IACUC adalah komite di Institusi yang bertanggung jawab dalam melakukan pengawasan penerapan kaidah kesejahteraan hewan (kesrawan) atau animal welfare pada program pemeliharaan dan penggunaan hewan untuk tujuan penelitian atau pengajaran. “Tidak dipungkiri New Normal akan memberikan efek pada program penelitian hewan, manajemen fasilitas dan pemeliharaan hewan, oleh karena itu IACUC perlu melakukan penyesuaian fungsi, peran dan aktifitasnya untuk mengurangi resiko terhadap kesehatan personil,” ungkapnya. Penyesuaiannya diantaranya perlu penyesuaian SOP dengan menerapkan protokol kesehatan di masa New Normal.

Sementara itu Sutiastuti menyatakan bahwa sebagai bentuk tanggung jawab moral peneliti, penelitian yang dilakukan di Lingkup Balitbangtan perlu menerapkan kesrawan. Oleh karena itu dibentuklah Komisi Kesejahteraan Hewan Coba Balitbangtan (KKHB) yang bertugas mengawasi penerapan etika penggunaan hewan dalam penelitian. Dinyatakan bahwa semua proposal penelitian penggunaan hewan coba di lingkup Balibangtan akan direview terlebih dahulu oleh Tim KKHB sebelum dilaksanakan. Proposal yang telah memenuhi etika penggunaan hewan diberikan klirens etik yang dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan dalam publikasi di Jurnal Nasional maupu Internasional. Monitoring Penerapan Etika Penggunaan Hewan dilaksanakan untuk memastikan bahwa kegiatan dilakukan sesuai kaidah kesrawan dengan menerapkan prinsip 3R dan 5F.

Webinar ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang mengikuti melalui aplikasi zoom maupun live streaming Youtube Puslitbangnak.

Webinar diikuti oleh 319 peserta yang terdiri dari peneliti/pengkaji lingkup UK/UPT Balitbangtan, Balai Besar Veteriner, Perguruan Tinggi (Fapet Universitas Papua Manokwari, Politeknik Pertanian Yoma, Fapet Universitas Jambi, Fapet Universitas Papua Manokwari Pasca Sarjana Universitas Udayana Fapet, Universitas Brawijaya, Polbangtan, Universitas Airlangga, Universitas Madura, Universitas Djuanda, Universitas Lampung, Universitas Gajah Mada, Universitas Pahlawan, Universitas Wijaya Kusuma), BPMSPH, Biofarma, Labiovak PuskesadLaboratorium Hewan percobaan dan Praktisi dokter hewan. (REP)

Bagikan Berita ini