EnglishIndonesian

Mengenal Kambing Boerka Hasil Inovasi Teknologi dari Loka Penelitian Kambing Potong

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 14 Juli 2021.

Setelah minggu lalu Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) memanjakan peternak ayam KUB, minggu ini 14 Juli 2021 giliran peternak kambing yang dimanjakan. Disebut dimanjakan karena dipertemukan dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ternak Unggul lewat zoom dengan pakarnya yaitu Dr. Simon Eliser Sinulingga. Beliau adalah  peneliti dari Loka Penelitian Kambing Potong,  Bimtek dibuka dan dipandu oleh Dr Andi Seanab selaku koordinator Kerjasama dan Diseminasi Hasil Penelitian Penelitian Puslitbangnak. Dalam sambutannya menyampaikan Bimtek ini adalah hilirisasi hasil inovasi Puslitbangnak. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan Bimtek ini, untuk lebih mengenal hasil inovasi yang telah dihasilkan. Kambing adalah salah satu penyumbang sumber protein hewani.

Dr. Simon Eliser Sinulingga Beliau menyampaikan paparan dengan judul :”Breeding Dan Menejemen Pemeliharaan Kambing Boerka”. Disampaikan bahwa Kontribusi kambing terhadap suplai daging nasional masih relatif kecil sebesar 6,86 ton/thn dibandingkan dengan produksi daging nasional sebesar 3.175 ton/thn (Ditjen PKH. 2016). Untuk itu telah dilakukan penelitian yaitu dengan melakukan persilangan kambing boer dengan kambing kacang. Setelah melalui seleksi diperoleh Kambing boerka galaksi yang merupakan kambing potong unggul dengan produktivitas tinggi dan bobot optimum. Ini adalah kambing yang sesuai dengan sesuai permintaan konsumen.

Dirasa penting menemukan kambing unggul karena bBerubahnya preferensi konsumen untuk mendapatkan daging yang empuk dan dengan perlemakan yang rendah. Hal ini menuntut peternak harus menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk itu perlu dihasilkan ternak yang cepat tumbuh.

Keunggulan kambing Boerka adalah memiliki daya adaptasi tinggi pada lingkungan tropis. Umur 1 tahun bobot badannya mencapai 365 kg dengan karkas sebesar 49-51%. Jumlah anak sekelahiran 1,6-1,7 ekor/induk.

Ternak ini sudah tersebar sejak tahun 2009 sampai dengan sekarang (2020) di 15 Provinsi yaitu NAD, Riau, Sumut, Sumbar, Jatim, Kepri, Jambi, Bengkulu, Babel, Sumsel, NTB, Sultra, Bali, Jabar dan Maluku Utara .

Suksesnya cudidaya Kambing Boerka Galaksi harus didukung oleh 5 faktor yaitu Sistem pembibitan, Perkawinan dan seleksi , Pemeliharaan intensif semi intensif exstensif , Produk Bibit dan Pasar.

Kandang selain untuk tempat ternak beristirahat adalah juga agar ternak lebih nyaman, memudahkan tata laksana pemeliharaan serta lebih efisien dalam pengawasan. Pakan ternak terdiri dari hijauan dan konsentrat dengan jumlah pemberian 10 – 20 % dari bobot badan untuk hijauan dan 1- 2 % dari bobot badan untuk konsentrat.

Stenotaprum Secundatum adalah salah satu rumput unggul . Keunggulannya adalah toleran terhadap naungan 75%, sangat cocok untuk tanaman integrasi. Produksinya 48 ton / ha/tahun. Dan yang paling penting sangat disukai ternak. Hijauan lain yang juga unggul dan disukai ternak adalah Indigofera Gozol Agribun. Keunggulannya adalah produksi 90 – 120 ton / ha/ tahun, Umur pemotongan pertama 6 bulan dan Interval pemotongan 40 – 60 hari . Kandungan protein 25 – 27% .

Bimtek diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan antara lain, penyuluh, peternak, mahasiswa, praktis, dosen, dinas dll. (REP)

Bagikan Berita ini