EnglishIndonesian

Master, Itik Baru Hasil Persilangan Mojomaster dan Alabio

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 19 Juli 2021.

Dr. Andi Saenab selaku Koordinadot Kerjasama dan Diseminasi Hasil Penelitian (KSPHP) Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) memberikan sambutan dalam Bimtek Itik Petelur yang dilaksanakan 19 Juli 2021. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tujuan Bimtek adalah agar peserta mendapatkan informasi yang terkini dari narasumber. Diharapkan Bimtek ini dapat diterapkan dan dimanfaatkan masyarakat langsung di lapangan. Pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.. Dimasa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini perlu mengkonsumsi banyak protein, salah satunya protein hewani untuk meningkatkan imunnya agar dapat melawan virus Covid-19.

Dr. Triana Susanti, narasumber dalam Bimtek Budidaya Itik Petelur (19/7/2021). Beliau adalah peneliti di Balai Penelitian Ternak. Disampaikan bahwa ada perbedaan antara itik pedaging dan itik petelur. Itik pedaging pertumbuhannya cepat, bobot badan besar, bentuk badan bulat, dada dan paha besar, dagingnya banyak dan produksi telur rendah. Yang termasuk itik pedaging adalah Itik Peking, PMp. Sedangkan itik petelur pertumbuhan lambat, bobot badan sedang, bentuk badan tinggi, tulang lebih banyak daripada daging, dan produksi telur tinggi. Yang termasuk itik petelur adalah semua itik lokal.

Rumpun itik Alabio adalah salah satu itik petelur. Umur 177 hari sudah mulai berproduksi (bertelur). Bobot telur pertama 58 g/butir. Pada saat pertama bertelur bobot badannya 1693 gram. Produksi telur 6 bulan 128 butir/ ekor dan 248 butir/ekor produksi 12 bulan

Sedangkan Karakter produksi telur itik Mojosari adalah Umur pertama bertelur 171 hari dengan bobot badan pertama bertelur 1591 g. Produksi telur 6 bulan 132.9 butir dan 238 butir/ekor produksi 12 bulan dan bobot telur 54 g/butir

Dari persilangan Mojomaster-1 Agrinak jantan dengan Alabimaster-1 Agrinak betina terbentuklah Hibrida ‘Master’ (petelur unggul). Umur pertama bertelur 18-20 mgg, Puncak produksi telur : 93,7% dengan rataan produksi telur 260 butir/thn dan rasio konversi pakan 3.29.

Pemeliharaan itik dapat dilakukan secara semi intensif dan intensif. Keuntungan pemeliharaan semi intensif – intensif adalah produksi telur meningkat dengan bibit berkualitas. Untuk orientasi usaha : ekonomis/menguntungkan. Pemberian pakan dan minum lebih terkontrol dengan formulasi pakan yang tepat. Mempermudah pengumpulan telur, Menghemat tenaga kerja dan Keberadaan penyakit lebih terkontrol.

Sedangkan pemeliharaan ekstensif (tradisional) dapat terjadi penyebaran virus flu burung, dan lahan gembala berkurang. Kelemahan lainnya adalah tanpa jaminan kualitas dan jumlah produksi. Produktivitasnya juga rendah karena jumlah dan kulitas pakan tidak dapat dikontrol.

Ada 3 Tahapan pertumbuhan dan produksi itik sejak DOD sampai 2 tahun diafkir yaitu Periode pertumbuhan starter (DOD – 2 bulan), Periode pertumbuhan grower (2 – 6 bulan) dan Periode produksi telur (6 – 24 bulan).. Setelah umur 2 tahun produksi akan menurun. Ini artinya induknya sudah bisa diafkir dan diganti.

Bimtek itik petelur diikuti oleh 700 peserta yang berasal dari peternak, mahasiswa, penyuluh, perguruan tinggi, swasta, peternak, praktisi dll. Peserta sangat antusias mengikuti Bimtek tersebut terbukti dari banyaknya pertanyaan saat acara berlangsung terkait cara pemeliharaan, cara pemberian pakan, jumlah pakan, dan cara memperoleh bibit. (REP)

Bagikan Berita ini