EnglishIndonesian

Manajemen Pemanenan Pupuk Organik dalam Kandang Kelompok

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 06 Februari 2017.

Dalam kandang kelompok kotoran sapi (feses) dan air seni (urine) dibiarkan menumpuk di lantai kandang, dibongkar setiap tiga bulan, tergantung pada ketebalan (sekitar 30 cm) dan kekeringan kompos, dan dapat secara langsung difungsikan sebagai kompos yang matang dan berkualitas. Kandang kelompok dengan ukuran 6 x 10 m2 berisi 20 ekor sapi menghasilkan sekitar 9.150 kg pupuk organik yang dapat dipanen setiap 3 bulan.

Kompos yang dipanen pada kandang kelompok berasal dari feces yang bercampur dengan tumpahan pakan dan air kencing. Proses pengadukan yang terus menerus akibat pergerakan ternak, dan adanya urine dapat meningkatkan kualitas dan mempercepat proses pemasakan kompos.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang mengambil sampel kompos di PTPN-VI Jambi, melaporkan bahwa CN ratio kompos yang dipanen setelah 3 bulan adalah 1:15; artinya telah siap digunakan sebagai kompos. 

Pada saat lantai kandang baru dibersihkan (kurang dari 3 minggu), terkadang kulit sapi terlihat kotor akibat belum cukupnya biomassa alas kandang untuk menyerap air kencing. Seiring bertambahnya biomassa alas kandang dan waktu pengadukan kompos oleh ternak, maka biomassa alas kandang semakin masak, tidak lengket dan semakin kering sehingga kulit sapi akan bersih dengan sendirinya.

Lantai kandang yang yang beralaskan feces sapi kering mempunyai keempukan sangat baik, hampir tidak ada lalat dan tidak berbau, kulit sapi bersih dan tidak ada gangguan kulit dan kaki.

Pada September 2012, pupuk kandang (organik) berbasis kotoran sapi diberikan untuk substitusi pupuk anorganik sebesar 10% dengan dosis 50 kg/pokok (sesuai surat dari PPKS Medan). Pupuk organik yang sudah diproses dapat digunakan sebagai bagian dari campuran pupuk untuk kelapa sawit.

Hasil uji penggunaan pupuk kandang terhadap produksi kelapa sawit

 Jenis kecambah
Afdelling
 
Block
 
Tahun Tanam
 
Rata-rata berat tandan
+/-
 
Sept 2012
Sept 2013
 Socfindo
1
21
1992
12,29
16,26
3,57
 PPKS
1
29
2002
15,48
17,81
2,33

Sumber: Sulaiman et al. (2013

Sumber: Booklet "Implementasi teknologi peternakan dalam integrasi sapi-sawit di PTPN VI Jambi"

Bagikan Berita ini