EnglishIndonesian

Ketua KTD Lemah Duhur, Aneng : Terima Kasih Puslitbangnak!

Rasa syukur dan terima kasih disampaikan Aneng, ketua Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duhur Keluharan Mulyaharja, kepada Kementerian Pertanian, khususnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak). Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ternak Domba/Kambing yang diselenggarakan Puslitbangnak pada Jumat, 26 Februari 2021 kemarin di Kampung Tematik Mulyaharja, Bogor Selatan. Ikut pula sebagai peserta Bimtek anggota dari KWT Lembur Sawah.

Aneng menyambut baik kegiatan Bimtek ini mengingat anggotanya memerlukan bimbingan dalam pemeliharaan ternak domba agar dapat lebih berkembang. Terlebih KTD Lemah Duhur dan KWT Lembur Sawah berlokasi di dalam Kampung Tematik Mulyaharja atau dikenal juga Agro Eduwisata Organik Mulyaharja yang baru berdiri awal tahun 2021. Aneng sendiri memiliki ternak domba dan sapi. “Saya ingin bisa memelihara sapi dengan benar dari pak dokter (Dr. Chalid Talib. Red.) karena sapi saya kurus-kurus. (Instalasi) biogas yang ada juga belum berfungsi,” ujarnya dengan logat Sundanya yang kental.

Sementara itu penyuluh pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Peranian Kota Bogor Imam Hanafi menyatakan sebagian besar warga Mulyaharja memelihara domba ataupun kambing. Para peternak pada umumnya memerlukan teknik memelihara domba/kambing yang baik termasuk dari segi kesehatan hewannya. “Dari tiga RW yang ada di Mulyaharja saja populasi ternak domba dan kambingnya dapat mencapai lebih dari 500 ekor. Dan mereka memerlukan ilmu bagaimana memelihara ternak yang baik termasuk dari segi kesehatannya,” ungkapnya.

Imam berharap kegiatan bimtek budidaya ternak ini dapat berlanjut dengan bimtek-bimtek berikutnya dengan melibatkan peternak lainnya yang belum berkesempatan mengikuti bimtek. “Jarang-jarang kita mendapat bimbingan seperti ini, baru kali ini Puslitbangnak berkunjung kesini memberikan ilmunya. Kami juga berharap bimbingan teknis seperti ini tidak hanya hari ini saja tapi berkelanjutan,” harap pria yang bertugas di Mulyaharja sejak 2008 ini.

Sebanyak 15 peternak Keluharan Mulyasari mengikuti Bimtek Budidaya Ternak Domba/Kambing ini. Bertindak sebagai narasumber adalah Dr. Chalid Talib, peneliti ruminansia dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak). Materi yang disampaikan mulai dari pemilihan bibit pejantan dan induk, kandang dan sanitasinya, pakan, reproduksi hingga pemeliharaan pertumbuhan. Antusias peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat sesi diskusi.

Selain di Mulyaharja, bimtek serupa digelar secara serentak oleh Puslitbangnak di tiga lokasi lainnya, yaitu Keluharan Muarasari, Kelurahan Cibadak dan Kelurahan Kayu Manis.

Bimtek ini merupakan kegiatan diseminasi penyebaran hasil inovasi teknologi yang sudah dihasilkan Puslitbangnak sekaligus salah satu bentuk dukungan Kementerian Pertanian guna menindaklanjuti Program Padat Karya sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian/Lembaga dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyakarat saat pandemik Covid-19, termasuk di bidang pertanian.

Bimtek digelar tetap menerapkan protokol kesehatan dimana setiap kali bimtek diikuti oleh 15 orang peserta saja, menjaga jarak, mengenakan masker, membersihkan tangan sebelum dan sesudah acara. Rencananya Puslitbangnak akan melaksanakan Program Padat Karya Pertanian tersebut dalam bentuk  Bimtek kepada sekitar 700 orang peternak. Lokasi bimtek tersebar di 5 kota/kabupaten, yaitu, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Serang. (NH)

Bagikan Berita ini