EnglishIndonesian

Kepala Puslitbangnak Tinjau Lokasi Calon Pengembangan Smart Farming di Kabupaten Banjarnegara

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 23 April 2021.

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terus berupaya untuk menerapkan teknologi pertanian untuk petani di Indonesia, salah satu upayanya adalah dengan pengembangan kawasan smart farming. Calon lokasi yang akan diberikan sentuhan teknologi pertanian adalah Kabupaten Banjarnegara. Komoditas pertanian di Kabupaten Banjarnegara yang memiliki potensi diantaranya kentang, kopi dan domba Batur.

Balitbangtan melalui Puslitbangnak, Puslitbangbun, Puslitbanghorti, BBMektan dan BBPascapanen berkolaborasi untuk pengembangan kawasan smart farming di Kabupaten Banjarnegara. Selain itu, kolaborasi tersebut juga bersinergi bersama Pemda Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara.

Peninjauan calon lokasi smart farming Banjarnegara dilakukan pada Jum’at (23/4) yang didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara. Calon lokasi yang dikunjungi untuk smart farming, berada di desa Karangreja, Sarwodadi, Sumberejo dan Batur. Untuk peternakan khususnya domba Batur, Kapuslitbangnak meninjau peternak di Desa Karangreja dan Batur.

Kapuslitbangnak berdiskusi langsung bersama peternak dari dua desa tersebut, menurut Widodo (peternak Desa Karangreja) ada beberapa kendala yang dihadapi di peternakannya. “Kendala yang ada disini seperti deteksi birahi, deteksi bunting dan penumpukan lemak pada domba Batur”, tutur Widodo.

Berbeda dengan Widodo, peternak di Desa Batur, Faizin memiliki kendala seperti penyakit hewan dan pemanfaatan bulu wool yang tidak optimal. “Kalau disini, setiap ada ternak dari luar selalu ada penyakit hewan bawaan seperti orf dan lain-lain, jadi perlu kami pisahkan dulu. Selain itu, setiap 5-6 bulan sekali dilakukan pemotongan bulu wool namun belum kami manfaatkan”, jelas Faizin.

Domba Batur merupakan hasil persilangan antara domba lokal Indonesia dengan domba Merino. Domba yang memiliki bulu yang tebal ini mampu beradaptasi pada suhu dingin di sekitaran Desa Batur sehingga menjadi ikon dan Domba Batur sendiri telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2916/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011.

Teknologi yang direncanakan akan diberikan kepada peternak domba Batur seperti alat potong wool, pendampingan teknologi pakan dan kesehatan hewan. Kepala Puslitbangnak Dr. Agus Susanto menuturkan “Domba Batur sangat potensial apalagi jika sudah diberikan sentuhan teknologi, rencananya kita akan bantu dengan alat yang efektif untuk memotong wool. Selain alsintan tersebut, juga akan diberikan teknologi pakan dan pendampingan keswan bagi peternak”. (MIF)

Bagikan Berita ini