EnglishIndonesian

Kepala Balitbangtan Tutup Peringatan Hari Krida Pertanian 2021 di BPTP Jawa Timur

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 30 Juni 2021.

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjri Djufri menutup peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) pada tanggal 25 Juni 2021 yang dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. HKP tahun ini digelar dengan tema “Agrotechnovision dan Festival Tempe”. Dalam sambutannya Kepala Balitbangtan menyampaikan pameran adalah bagian dari memperkenalkan hasil inovasi. Pertanian adalah sektor yang tetap menunjukkan bertumbuh positip 16,24 persen dimasa pandemi sekarang ini. ”Ini adalah hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak yang terlibat. Pertanian tidak boleh berhenti harus terus berkarya bekerja dan berproduksi ” ungkap Fadjri Djufri

Dalam acara HKP di BPTP Jawa Timur, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) melalui Loka Penelitian Sapi Potong juga ikut mendiseminasikan hasil inovasi teknologinya. Adapun materi yang ditampilkan dalam pameran adalah bank pakan pada kandang kelompok, berbagai contoh bahan pakan (dedak pagi, tumpi jagung, kopra, bungkil sawit, kulit kopi, tumpi jagung), Selain itu ditampilkan juga rendang.

Peneliti Lolit Sapi Potong Dr. Yeni Nur Anggraeni jadi narasumber dalam acara talk show (24/6/2021) dengan paparan berjudul “Pemanfaatan Limbah Tempe Sebagai Pakan Ternak”. Kedelai sebagai salah satu komoditas pertanian mempunyai limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Limbah kedelai berupa: bungkil, ampas tahu, ampas kecap, kulit/teten dan kulit edamame.

Berdasarkan pemanfaatannya jerami kedelai mempunyai nilai nutrisi yang dapat digunakan sebagai sumber serat atau pengganti rumput. Dapat disimpan dalam bentuk kering atau ditingkatkan nilai nutrisinya melalui amoniasi. Penggunaannya pada ternak perlu disuplementasi dengan bahan pakan sumber energi atau sumber protein. Sedangkan kulit edamame dalam bentuk basah harganya mahal Rp 1.500,00/kg. Namun mempunyai nilai nutrisi tinggi yakni kandungan energi dan protein setara dengan rumput kualitas bagus. Apabila ketersediaannya banyak dapat disimpan dalam bentuk silase, dapat digunakan 100 % untuk ternak ruminansia.

Sementara itu kulit ari biji kedelai dalam bentuk kering untuk impor dan apabila dalam bentuk basah digunakan untuk industri tempe. Dalam bentuk kering harganya Rp 4.500,00/kg. Nilai nutrisi kandungan energi dan protein kulit ari biji kedelai tinggi, cocok untuk suplementasi pada pakan sumber serat kualitas rendah. Dalam bentuk basah air rebusan kedelai banyak mengandung protein terlarut sehingga optimalisasinya dikombinasikan dengan bahan pakan sumber energi terlarut yang tinggi. Dalam bentuk kering dapat digunakan sebagai bahan pakan penyusun konsentrat. (REP)

Bagikan Berita ini