EnglishIndonesian

Kembangkan Ayam KUB, Distan Kab. Serang Lakukan Kunjungan Kerja ke Puslitbangnak

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 24 September 2020.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak)  Dr. drh. Agus Susanto, M.Si menerima kunjungan rombongan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Zaldi Dhuhana, SP., MPP., MT. pada hari Kamis 24 September 2020 di ruang kerjanya. Kunjungan kerja tersebut untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah dibuat antara Dinas Pertanian Kabupaten Serang dengan Puslitbangnak pada bulan November 2018 mengenai pengembangan ayam.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Puslitbangnak didampingi antara lain oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi Dr. Eko Handiwirawan dan Plh. Kepala Bidang Kerja Sama dan Pedayagunaan Hasil Penelitian Hasanatuh Hasinah, S.Pt., MP. Disampaikan oleh Zaldi bahwa kegiatan pengembangan ayam KUB di Serang sudah berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif baik dari peternak kooperator, masyarakat maupun pasar. Pada awalnya, kegiatan ini melibatkan satu peternak inti dan dua peternak plasma. Dalam perjalanannya jumlah peternak plasma saat ini bertambah menjadi tujuh orang.

Seiring dengan meningkatnya permintaan ayam kampung hidup, saat ini belum bisa dipenuhi oleh kelompok. Hal ini menarik minat beberapa peternak ayam broiler untuk beralih menjadi calon peternak plasma ayam kampung karena harga jual yang relatif lebih stabil dan menguntungkan. “Saat ini harga ayam KUB hidup Rp. 42.500 per kilonya dan ini sangat menguntungkan peternak,” ujar Kadistan Kab. Serang.

Melihat perkembangan tersebut, kelompok ternak (peternak inti) secara swadaya dan mandiri berkeinginan untuk meningkatkan skala usaha menjadi 1.000 ekor ayam induk agar dapat menyediakan DOC yang cukup bagi peternak plasma dan untuk memenuhi permintaan pasar. Namun demikian para peternak inti terkendala dalam penyediaan bibit induk pengganti dan mesin tetas.

Menyikapi hal tersebut pada tahun 2021 Dinas Pertanian akan menganggarkan kegiatan pengolahan produk ayam KUB menjadi karkas dan membuat Unit Pengolah Pakan (UPP). “berkenaan rencana tersebut, kami (Dinas Pertanian, red.)  berkeinginan untuk meninjau PKS yang akan berakhir pada bulan November 2020 dan membuka peluang untuk dilakukannya perpanjangan PKS dengan Puslitbangnak,” jelas Zaldi.

Sementara itu, Kepala Puslitbangnak menyampaikan bahwa Puslitbangnak sangat mendukung pengembangan bibit unggul ternak di masyarakat dan ayam KUB merupakan alternatif jawaban untuk dunia perunggasan Indonesia. Dijelaskan pula bahwa, untuk mengembangkan atau membesarkan usaha ayam pasti banyak tantangannya. “Salah satu tantangannya adalah biosekuriti menjadi hal penting yang harus dilaksanakan untuk keberhasilan usaha ayam KUB,” ungkapnya.

Untuk mendukung perbibitan ayam KUB, Puslitbangnak sudah membuat Strata-1 di 11 provinsi dan salah satunya ada di BPTP Banten. Dengan demikian strata-2 bisa mendapatkan bibit pengganti dari strata-1, Balitnak atau lisensor ayam KUB. Selain itu, Dr. Agus juga menyampaikan bahwa Puslitbangnak telah memproduksi bibit ternak unggul antara lain ayam KUB-1, ayam KUB-2, ayam SenSi, Ayam Gaoksi, domba Komposit Garut, domba Compass Agrinak dan Kambing Boerka. (EK/REP)

Bagikan Berita ini