EnglishIndonesian

Kelompok Usaha Ternak Kambing Perah Yoso Mukti

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 03 Januari 2017.

Kepala Puslitbangnak (Dr. Bess Tiesnamurti), Peneliti Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Dr. Lisa Praharani, Staf Puslitbangnak,  Rahmad Quanta S.Pt dan Staf Balitnak Andi Suhandi melaksanakan Evaluasi Produksi Susu Kambing perah ke Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung pada tanggal 8 Desember 2016.  Kelompok usaha ternak kambing perah yang dikunjungi adalah Yoso Mukti  berdiri sejak 1 Januari 2009 dengan jumlah anggota sebanyak sepuluh orang. Rata-rata kepemilikan ternak 20-50 ekor.  Kelompok ini berlokasi di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro.  Jenis kambing yang dipelihara PE (Peranakan Etawa) dengan tingkat produksi 300-900 ml/ekor/hari.  Hingga akhir tahun 2016, kelompok ini memiliki populasi kambing perah > 200 ekor.

Peternak yang tergabung dalam kelompok ini memanfaatkan limbah daun ubi kayu (singkong) sebagai pakan utama ternak. Selain itu para peternak juga menggunakan limbah ampas tahu dan onggok.  Onggok merupakan pakan alternatif bila peternak kesulitan mendapatkan limbah ampas tahu.  Penggunaan daun ubi kayu telah diolah sedemikian rupa dalam bentuk silase. Selain untuk meminimalisir kandungan HCN, proses silase juga digunakan sebagai media pengawetan pakan segar agar dapat digunakan dikemudian hari.  Ketersediaan bahan pakan lokal yang berlimpah menjadi faktor penting pengembangan peternakan kambing perah di Kota Metro.

Di tingkat konsumen, peternak menjual susu kambing dengan harga Rp 25.000—35.000/liter.  Permintaan pasar yang tinggi terhadap susu kambing saat ini belum bisa dipebuhi oleh para peternak. Hal tersebut menjadikan para peternak untuk terus meningkatkan produksi susu harian dari kambing perah yang dipeliharanya.  Diakui oleh peternak, keterbatasan bibit unggul menjadikan penghalang utama dalam kegiatan usaha yang telah dirintis sejak beberapa tahun tersebut.  Terkait dengan permasalahan bibit unggul, Dr. Lisa Praharani memberikan saran agar kelompok ternak Yoso Mukti dapat melakukan kunjungan dan studi banding ke Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor.

Hasil evaluasi menunjukkan kandungan nutrisi susu kambing di kelompok usaha tani Yoso Mukti, penggunaan limbah daun ubi kayu tidak memberikan dampak negative terhadap kualitas susu yang diperah.  Rata-rata kandungan lemak dan protein yang diuji telah diatas standar yang diterapkan, lebih dari 6% untuk kadar lemak susu, dan lebih dari 3% untuk kadar protein susu.  Selain itu turut pula dilakukan pengukuran parameter pendukung produksi susu berupa Skor Kondisi Tubuh (SKT), lingkar dada, dan recording reproduksi ternak. (REP/RQ)

Bagikan Berita ini