EnglishIndonesian

Kelinci Baru Hasil Inovasi Teknologi Balitnak

Kategori: Info Teknologi Diunggah Pada: 18 Agustus 2021.

Balai Penelitian Ternak adalah salah satu dari empat UK Puslitbangnak. Saat ini Balitnak sudah melepas satu galur baru kelinci Rexsi Agrinak dan satu rumpun Reza Agrinak. Galur Agrinak ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 303/Kpts/SR.120/5/2017 tanggal 4 Mei 2017 tentang Pelepasan Galur Kelinci Rexsi Agrinak diputuskan sebagai galur kelinci pedaging unggul Indonesia. Rumpun Reza Agrinak berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 09/KPTS/PK.040/M/1/2020 tanggal 03 Januari 2020 tentang Pelepasan Rumpun Kelinci Reza Agrinak yang telah memenuhi syarat baru, unik, seragam dan stabil, serta ketentuan pemberian nama, sebagai rumpun baru kelinci Indonesia. Kedua jenis kelinci ini merupakan hasil inovasi teknologi Balai Penelitian Ternak, Pusat Penelitian dan Pengembang Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Kelinci Rexsi Agrinak memiliki keunggulan spesifik pada pada jumlah anak sekelahiran 6-8 ekor, bobot induk 2932 gram dengan koefisien keragaman 9% dan bobot jantan dewasa 2744 gram dengan koefisien keragaman 10%. Sedangkan kelinci Reza Agrinak memiliki sifat kualitatif dewasa berambut halus dan mengkilap, warna putih, putih hitam, coklat, dan hitam. Bentuk muka oval seperti pir dan bertelinga tegak oval. Rumpun kelinci Reza Agrinak merupakan hasil pemuliaan dan persilangan kelinci Rex (50%) dan kelinci Satin (50%). Rumpun ini memiliki rambut halus dan mengkilap dibandingkan dengan rumpun kelinci yang ada di Indonesia. Kulit rambutnya seragam halus dan mengkilap serta hasil pengamatan lapang menunjukkan kualitas kulit rambut (fur) kelinci Reza Agrinak halus dan mengkilap.

Kelinci nama latinnya Oryctolagus cuniculus, merupakan ternak yang terlihat lucu dengan banyak keunggulan. Kelinci adalah ternak penghasil daging merupakan penyumbang daging sebagai sumber protein hewani selain ternak konvensional seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi dan ayam. Produk lain yang dihasilkan kelinci adalah fur (kulit rambut), pet/fancy (kelinci hias dan kesayangan), hewan percobaan, pupuk organik dan pestisida alami.

Kandungan nutrisi daging kelinci unggul pada protein dibanding ayam sapi, domba dan babi berturut-turut sebesar 21%; 19,5%; 20%, 18 %dan 17%. Kadar lemak terendah sebesar 8% dibanding ayam, domba, babi dan sapi berturut-turut sebesar 12%, 14%, 21 % dan 24%. Kandungan kolesterol daging kelinci juga terendah dibandingkan ayam, sapi, domba dan babi berturut-turut sebesar 164 mg/dL, 220 mg/dL, 230 mg/dL, 250 mg/dL dan 230 mg/dL. Daging kelinci dapat diolah menjadi bermacam-macam olahan seperti sosis, kornet, bakso, burger, nugget dan rolade.

Karakteristik reproduksi kelinci yang perlu diketahui adalah umur dewasa kelamin kelinci adalah berkisar 18-22 minggu kelinci, lama kebuntingan 31-32 hari dan jumlah anak sekelahiran sekitar 4-10 ekor. Kelinci biasa disapih pada umur 30-35 hari. Berahi pada kelinci terjadi karena rangsangan atau induksi (tidak spontan sebagaimana sapi, kambing dan domba), sehingga bisa dikawinkan kapan saja. Perkawinan alami memiliki tingkat keberhasilan 75-80% dengan keberhasilan bunting mencapai 90%. Keberhasilan perkawinan ditandai dengan adanya kebuntingan, pada kelinci pemeriksaan kebuntingan atau palpasi dilakukan pada umur kebuntingan 10-14 hari. Palpasi dilakukan dengan cara meletakkan telapak tangan kiri dan menekan perlahan pada bagian perut mulai dari bagian anus menuju rongga perut. Kebuntingan terjadi apabila ditemukan beberapa bulatan menyerupai ukuran kelereng. Box beranak dapat ditempatkan pada kandang betina yang positif bunting pada umur kebuntingan 27-28 hari. (Disarikan oleh Rahmawati Pulungan dengan narasumber Bram Brahmantiyo)

Bagikan Berita ini