EnglishIndonesian

Kebijakan untuk Peningkatan Produksi Daging (Merah) melalui Akselerasi Integrasi Sawit-Ternak

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 02 Desember 2016.

Telah dilakukan Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan untuk Peningkatan Produksi Daging (Merah) melalui Akselerasi Integrasi Sawit-Ternak pada tanggal 15-16 November 2016 di Pangkalan Bun Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini merupakan diskusi lanjutan dengan multi pihak dalam rangka mengakselerasi program integrasi sawit-sapi. FGD ini bertujuan untuk mengkompilasi pandangan dan alternatif rekomendasi kebijakan yang diperlukan, utamanya terkait dengan tata kelola budidaya sapi potong di lahan perkebunan kelapa sawit dengan sistem ekstensif.

Narasumber adalah Prof. Tjeppy D. Soedjana (Purna Tugas Puslitbangnak), Prof. Tahlim Sudaryanto (PSEKP), Ir. Joni Liano, MS (Gapuspindo), Dwi Hartanto (PT Sawit Sumbermas Sarana) dan Dr. Nurhayati (Balai Penelitian Ternak).

Dr. Atien Priyanti selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan tahapan kegiatan dan rencana tindak lanjut sebagai pengantar diskusi. Hasil diskusi menunjukkan bahwa lahan dan modal merupakan kendala utama dalam implementasi Permentan No.49/2016, sehingga kerjasama antara Gapuspindo dengan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit merupakan peluang yang dapat direalisasikan lebih lanjut dalam upaya meningkatkan usaha perkembangbiakkan sapi potong melalui intergasi sawit-sapi. Kunjungan lapang ke PT. AAL dan AAS menunjukkan bahwa usaha perkembangbiakkan sapi potong terintegrasi dengan kebun sawit merupakan usaha yang secara teknis dapat diimplementasikan dan memberikan keuntungan secara ekonomi. Diharapkan kebijakan yang kondusif dan konsisten dari pemerintah dapat lebih mengakselerasi program sawit-sapi ke depan.

FGD dihadiri oleh 35 orang yang terdiri dari instansi terkait seperti Kepala Dinas Peternakan dan perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), BPTP Kalimantan Tengah, PT Astra Agro Lestari (AAL), PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSS), GAPUSPINDO, Kelompok Tani di sekitar Kabupaten Kotawaringin Barat dan Lamandau. (TM/REP)

Bagikan Berita ini