EnglishIndonesian

Kapuslitbangnak: Manfaatkan MCU untuk Mengetahui Kesehatan

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 06 April 2022.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) laksanakan sosialisasi hasil Medical Check Up (MCU) karyawan dan karyawati pada hari Selasa 5 April 2002MCU telah dilaksanakan 2 Maret 2022 yang lalu di kantor Puslitbangnak Bogor.

Sosialisasi dibuka oleh Kepala Puslitbangnak Dr. Agus Susanto MSi, dalam sambutannya beliau menyampaikan “Kesehatan sangat penting dan luar biasa mahalnya. Untuk itu manfaatkan MCU untuk mengetahui kekurangan dalam tubuh kita, dan selanjutnya dapat diambil tindakan yang tepat. Edukasi tindakan penting dalam pencegahan penyakit. Karena semakin bertambah umur semakin berkurang metabolisme tubuh kita. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

MCU diikuti oleh 74 orang karyawan dan karyawati Puslitbangnak terdiri dari laki-laki 47 orang dan perempuan 27 orang. Peserta MCU dibagi menjadi 2 kelompok usia diatas 40 tahun sebanyak 42 orang dan usia dibawaah 40 tahun sebanya 32 orang.

Narasumber dalam kegiatan sosialisasi ini adalah dr. Indri Engkay. Beliau menyampaikan bahwa asam urat dapat dikendalikan dengan diet rendah purin dengan membatasi semua makanan (termasuk buah dan sayur) yang diolah dengan menggunakan garam dapur (contoh daging asap, makanan kaleng, kecap, biskuit, margarin) dan jeroan. Disarankan banyak minum untuk mencegah terbentuk pengendapan Kristal urat.

Selanjutnya beliau menambahkan fungsi hati dapat diketahui dari hasil SGPT – SGOT enzim yang terdapat pada hati dan otot. SGPT dan SGOT meningkat pada kerusakan hati, hepatitis, peminum alkohol, cidera otot- aktivitas otot berlebihan, serangan jantung, obat-obatan (hepatotoksik), infeksi filariasis, sumbatan empedu, perlemakan hati

Sedangkan terkait Diabetes Melitus (DM) “Adalah gejala klinik akibat hiperglikemia oleh karena: gangguan sekresi insulin sel β pankreas, gangguan kerja insulin dan gangguan sel yang tidak dapat mengenali insulin (Resistensi Insulin)“ tutur dr. Indri Engkay

Lemak darah dapat dicegah dengan pencegahan primer yaitu dengan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi lemak dan lemak jenuh minimal dua tahun dapat mengurangi insiden. Pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi lemak dan lemak jenuh dapat menurunkan 3% - 6% kadar kolesterol total.

Vitamin D juga adalah hal penting. Vitamin D dapat diperoleh dari Sinar matahari : Proses sintesis vitamin Ddi kulit dari metabolit kolesterol (7-dehidrokolesterol / DHC) di bawah pengaruh radiasi UVB (290–315 nm) dan Sumber diet (mis. kuning telur, oily fish (salmon, mackerel, sarden, fresh tuna)jamur, fortified foods, suplemen vit D. (REP)

Bagikan Berita ini