EnglishIndonesian

Jawara Peternakan Turun Langsung di Enam Lokasi Bimtek Padat Karya Pertanian di Kabupaten Bogor

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 05 Maret 2021.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Dr. drh. Agus Susanto, M.Si. membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Budi Daya Ternak pada 4 Maret 2021 di TTP Cigombong, Kabupaten Bogor. Pembukaan Bimtek yang dilaksanakan secara virtual menggunakan aplikasi zoom ini diikuti pula a.l. oleh Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor Dr. R.H. Oetje Subagdja, SP, penyuluh, peserta dan narasumber Bimtek di Kec. Cigombong, Kec. Cigudeg, dan Kec. Jonggol.

Bimtek dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 4 hingga 5 Maret 2021 diikuti oleh sekitar 240 peternak yang terbagi menjadi 12 shift kelompok. Selain tiga kecamatan di atas, peserta bimtek berasal dari 3 kecamatan lainnya yaitu Cijeruk, Rumpin dan Pamijahan.

Dalam sambutannya Kapuslitbangnak menyatakan bahwa Bimtek ini merupakan Program Padat Karya Pertanian yang dilaksanakan dalam rangka membantu peternak yang terdampak Covid-19. Lebih jauh Dr. Agus berharap para peternak yang mengikuti bimtek dapat lebih maju dan lebih luas wawasannya mengingat narasumber yang dihadirkan merupakan mumpuni di bidangnya. “Dengan Bimtek ini diharapkan SDM peternakan akan lebih maju dan lebih luas lagi wawasannya karena di-Bimtek langsung oleh jawara peternakan yang datang dari (lingkup) Puslitbangnak. Dimasa pandemi Covid-19 sangat patut disyukuri sektor pertanian tetap menunjukkan peningkatan di saat sektor lain banyak menurun bahkan negatif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadiskanak Kab. Bogor dalam sambutannya yang dilakukan dari ruang kerjanya di Cibinong menyampaikan Kab. Bogor terus mengembangkan berbagai komoditas peternakan, seperti ternak sapi potong dan perah, kerbau, kambing, domba maupun unggas. “Pemerintah Kab. Bogor saat ini mengupayakan peningkatan produksi ternak dengan mendorong pengembangan sentra-sentra produksi ternak melalui penumbuhan kawasan sapi potong, sapi perah serba zona pengembangan ternak ditebar di 40 kecamatan,” jelasnya.

Selain itu, Kadiskanak berharap melalui bimtek ini peserta dapat meningkatkan pengetahuan dengan melakukan interaksi secara aktif dengan praktisi (narasumber) dan penyuluh dalam rangka meningkatkan pengetahuan praktek pemeliharaan ternak di lapangan.

Puslitbangnak menurunkan peneliti seniornya untuk menjadi narasumber dalam Bimtek di Kab. Bogor ini, seperti Prof. Dr. Ismeth Inounu, Dr. Chalid Talib, Dr. Eko Handiwirawan, Dr. Endang Romjali, Komarudin, S.Pt, M.Sc. dan Ir. Umi Adiati. Mereka merupakan pakar di bidangnya dan telah menghasilkan berbagai teknologi di bidang sapi potong, sapi perah, domba dan ayam.

Peserta sangat semangat dan antusias mengikuti bimtek budi daya ternak ini, hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber seperti manajemen kandang, pemeliharaan, kesehatan, pemberian pakan, penyusunan ransum ternak bahkan pemasaran.

Peserta sangat berharap bimtek seperti ini bisa sering dilaksanakan. “Saya berharap bisa belajar dan meningkatkan pengetahuan dari yang selama ini dilakukan. Kalau selama ini ilmu yang dipakai berasal dari turun termurun dengan bimtek kita jadi tahu banyak kemajuan (teknologi) di bidang peternakan,” ungka Siti Jenab, peserta Bimtek dari Kec. Rumpin. (REP/NH)

Bagikan Berita ini