EnglishIndonesian

Inovasi Teknologi Balitnak Mendapat Perhatian dari Kepala BBPP Batu Malang

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 21 Januari 2021.

Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi sebagai salah satu UPT Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) terus mendiseminasikan inovasi teknologi yang sudah dihasilkan. Dua diantara inovasi teknologi tersebut adalah ayam lokal unggul atau yang dikenal dengan sebutan Ayam KUB serta Ayam Sensi.

Pada pertengahan Januari 2021, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur Dr. Ir. Wasis, MM. dan Kepala BBPP Kupang, Nusa Tenggara Timur Ir. Kahar, MM., beserta rombongan berkesempatan mengunjungi Balitnak Ciawi. Rombongan yang diterima oleh Kepala Balitnak Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak dan jajarannya ini bermaksud untuk melihat budidaya Ayam KUB dan Ayam Sensi secara langsung.

Pada kesempatan tersebut Kepala BBPP Batu menyatakan keinginannya untuk mengadopsi inovasi-inovasi yang dihasilkan Balitnak. “BBPP Batu ingin mengadopsi inovasi teknologi Balitnak, khususnya Ayam KUB dan Ayam Sensi, untuk dikembangkan dan disampaikan kepada peserta pelatihan peternakan di Batu,” ungkap Dr. Wasis.

Sementara itu menyikapi hal itu, Dr. Andi Baso menyambut baik keinginan Kepala BBPP Malang maupun Kupang dan siap bekerja sama. “Balitnak siap bekerja sama secara keseluruhan dalam pengembangan ayam KUB dan ayam Sensi. Termasuk tenaga ahli, peneliti yang sudah berpengalaman dan menghasilkan ayam KUB dan ayam Sensi,” ujarnya.

Kepala Balitnak pun mengajak rombongan meninjau ruang penetasan dan kandang UPBS Ayam Balitnak. Kegiatan ini dipandu oleh peneliti Balitnak Komarudin, S.Pt., M.Sc.

Seperti diketahui, Ayam Kampung Unggul Balitbangtan atau Ayam KUB adalah ayam lokal hasil seleksi enam generasi. Setiap penelitian satu generasi memerlukan waktu selama 12-18 bulan. Keunggulan dari Ayam KUB adalah saat dewasa bobot badannya mencapai 1200-1600 gram per ekor, dengan bobot telurnya 35-45 gram per butir. Pada umur 20-22 minggu, Ayam KUB sudah mulai berproduksi (bertelur). Selain itu, ayam ini tahan terhadap penyakit.

Adapun Ayam Sensi merupakan singkatan dari Ayam Sentul Terseleksi. Keunggulannya adalah pada umur 70 hari bobotnya bisa mencapai 1000 gram per ekor untuk jenis jantan dan 800 gram per ekor untuk betina. Pada umur 20 minggu beratnya bisa mencapai 2381gram per ekor (betina).

 Kedua ayam ini sudah dilepas melalui SK Menteri Pertanian, yaitu SK Menteri Pertanian Nomor 274/Kpts/SR.120/2/2014 untuk Ayam KUB-1, dan Nomor 39/Kpts/PK.020/1/2017 untuk Ayam Sensi. (REP)


Diolah dari FB Balitnak

Bagikan Berita ini