EnglishIndonesian

Focus Group Discussion RPIK Kemandirian Pakan Berbasis Sumberdaya Lokal Komoditas Domba

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 16 Desember 2021.

Bertempat di aula BPTP Banten telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 15 Desember 2021. Ini merupakan kegiatan RPIK Kemandirian Pakan Berbasis Sumberdaya Lokal Komoditas Domba. FGD diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Serang,  Kasie Peternakan dan Kesehatan Hewan, Camat Kecamatan Serang, Kepala Satker Balittanah, Kabalitnak, Kepala BPTP Banten, serta peneliti tim RPIK wilayah Banten (Puslitbangnak, Balitnak, Balittanah, BBLitvet, BB Mektan dan BPTP Banten), penyuluh dari BPTP Banten, penyuluh dari BPP Kecamatan Anyer, Kecamatan Cikeusal, Kecamatan Jawilan, anggota kelompok tani Karya Tani, Anyar, Kelompok Tani Bina Mandiri, Kecamatan Cikeusal dan Kelompok Tani Kecamatan Jawilan.

Acara FGD menghadirkan narasumber dari Koordinator RPIK 2021 wilayah Banten, Ketua HPDKI Provinsi Banten, Dinas Pertanian Kabupaten Serang dan PT Indonesia Power.

Kepala BPTP Banten Dr. Ismatul Hidayah, SDP, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan RPIK merupakan kegiatan kolaboratif dimana antara satu dengan lainnya saling ada keterkaitan sehingga tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri harus secara bersama-sama dan saling mendukung. Untuk BPTP itu sendiri sebagai UPT Kementerian Pertanian yang ada di daerah bertugas menyampaikan hasil-hasil teknologi dari Balai Penelitian yang ada di Balitbangtan  Kementerian Pertanian. Kepala BPTP mempersilahkan para undangan mengunjungi IP2TP KP Singamerta milik BPTP Banten yang berada di sebelah kantor BPTP Banten.

Sambutan Bupati Kabupaten Serang yang disampaikan oleh Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Serang drh. Suryo Kencono. Dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Tim RPIK yang memfasilitasi dan menunjuk Kabupaten Serang sebagai lokasi kegiatan RPIK yang memang terdapat komoditas domba dan potensi komoditas jagung. Karena Banten memiliki peluang sangat besar karena dekat dengan Jakarta serta memiliki potensi pakan yang melimpah, terutama saat hari kurban dan aqiqah. Populasi domba di tahun 2020 sebanyak 70.637 ekor, dinyatakan masih jauh dari kebutuhan domba per tahun. Integrasi peternakan dan pertanian adalah sebagai penyelesaian masalah lingkungan karena tidak ada yang terbuang semua termanfaatkan. Harapannya kegiatan RPIK terus berjakan dalam mengembangkan program pembangunan pertanian di Kabupaten Serang.

Sambutan Kepala Puslitbangnak, disampaikan oleh Kepala Balai Penelitian Ternak, Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak menyampaikan bahwa Pertanian bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertanian saja, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak baik dari pemerintah maupun swasta. Dalam masa pandemi semua terasa sulit karena serba dibatasi terutama interaksi dengan orang lain tetapi untuk pertanian tidak karena kita berinteraksi dengan ternak, kebun, sawah dan lain sebagainya. Petani harus maju, mandiri dan modern. Petani harus berinovasi menerima teknologi dan mampu memanfaatkan potensi wilayah masing-masing dan memanfaatkan mekanisasi untuk menjadi modern.  

Dr. Wisri Puastuti peneliti Balai Penelitian Ternak menyampaikan Kemandirian Pakan Berbasis Sumberdaya Lokal Komoditas Domba-Jagung. Kegiatan RPIK salah satunya di Banten tepatnya di Anyer, Jawilan dan Cikeusal  Kabupaten  Serang. Latar belakangnya karena populasi domba di Banten tahun 2020 sebanyak 294.230 ekor atau 1,7% dari total populasi domba nasional (BPS Banten, 2021) vs Jabar 12.272.435 ekor atau 67,6% dari populasi nasional (Ditjen PKH, 2020). Domba banyak dipelihara petani di pedesaan dan mudah beradaptasi di berbagai wilayah agroekosistem. Pengembangan domba di Banten perlu dilakukan mempertimbangkan potensi yang ada.  

Narasumber dari Dinas Peternakan Kabupaten Serang yang disampaikan oleh Ahmed selaku Kasie Peternakan Kabupaten Serang dengan judul materi “Program Kerja Dinas Pertanian Tahun 2022 dan Tindak Lanjut Program Kemandirian Pakan di Kabupaten Serang. Dalam paparannya disampaikan bahwa populasi di Serang tergolong rendah sedangkan permintaan sangat tinggi mencapai 22.000 tetapi mendatangkan dari luar (Garut, Cianjur) sebanyak 18.000 an berarti  sekitar 4.000 an. Ini menunjukkan kebutuhan pasar masih terbuka luas untuk masyarakat Kabupaten Serang. Karena Serang merupakan lokasi yang strategis sedangkan untuk pasarnya mendatangkan dari luar karena tidak mampu menyediakan kebutuhan pasar. Dengan adanya kegiatan RPIK dapat menggugah masyarakat untuk membangkitkan peternak untuk itu perlu adanya dukungan dari HPDKI, Kementan untuk pengadaan bibit unggul dan teknologi pembuatan pakan menuju peternak milenial (tidak ngarit lagi).

Ketua HPDKI Provinsi Banten, Ilham Mustofa M.IP menyampaikan paparan dengan judul “Model Kemitraan Cluster Peternak Penggemukan dan Pembiakan”. Dalam paparannya beliau menjelaskan arahan pembangunan peternakan kambing-domba: sumber protein hewani alternatif selain daging sapi dan ayam. Selain itu juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat pedesaan, pembangunan peternakan berbasis budaya masyarakat dan korporasi peternak rakyat ternak domba kambing. Model kemitraan Cluster peternak penggemukan dan pembiakan antara lain: Pendampingan Usaha. Korporasi Peternak Rakyat. Siklus Produksi Dan Integrasi Pasar, Manegement Kelembagaan.

Pemateri dari CSR Indonesia Power yaitu tentang Model kemitraan CSR Indonesia Power dengan Peternak.  PT. Indonesia Power PLTGU Cilegon telah melakukan program pemberdayaan ternak kambing di area ring 1 (Desa Margasari), FGD dengan Dinas Pertanian Kab. Serang Tahun 2018, tentang kendala dan potensi ternak domba, masih sedikitnya/jarang Domba bibit unggul di Kabupaten Serang dan Banten dan Rapid Assesment tim CSR ke Desa Sukamaju Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang tahun 2018.  (REP/EK)

Bagikan Berita ini