EnglishIndonesian

Focus Group Discussion on Stakeholders Meeting III: Sharing Experiences Kebijakan untuk Meningkatkan Produksi Daging di Indonesia Melalui Akselerasi Integrasi Sawit-Sapi

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 19 Desember 2016.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion on Stakeholders Meeting III: Sharing Experiences dengan tema Kebijakan untuk Meningkatkan Produksi Daging di Indonesia Melalui Akselerasi Integrasi Sawit-Sapi pada tanggal 15 Desember 2016 di Jogjakarta. Acara ini bertujuan untuk memperoleh saran/masukan dari kegiatan kerjasama Puslitbang Peternakan dengan FAO dalam TCP/RAS/3507 terkait dengan Building Policy Capacity for Sustainable Livestock Development. Acara ini dihadiri oleh 30 peserta dari perwakilan Dinas Pertanian DIY, Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, BPTP DIY, Fakultas Kedokteran Hewan UGM, PDHI DIY, Fakultas Pertanian Institut STIPER, Fakultas Pertanian Universitas Mercu Buana, dan Akademik Peternakan Brahmaputra. Kepala Puslitbangnak, Dr. Bess Tiesnamurti dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya kegiatan integrasi sawit-ternak dalam mengakselerasi produksi daging (merah) di Indonesia. Pengantar Diskusi project address disampaikan oleh Dr. Atien Priyanti yang dilanjutkan dengan pemaparan narasumber Prof (R) Dr. Tjeppy D. Soedjana dan Prof (R) Dr. Tahlim Sudaryanto. Lima Pembahas utama menyampaikan paparannya, yakni dari Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Prof Dr. Sudirman Baco), Pembantu Dekan II, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (Prof Dr. Danang Biyatmoko), Dekan Fakultas Peternakan UGM (Prof Dr. Ali Agus), Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Prof Dr. Mukh Arifin) dan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Prof Dr. AhmadSodiq). Hasil diskusi menunjukkan bahwa integrasi sawit-ternak dapat menjadi “pengganti lahan” untuk pengembangan ternak, dimana dukungan kebijakan yang konsisten dan kondusif sangat diperlukan dalam mengakselerasi program ini mulai dari sisi input, budidaya dan pengolahan/pemasaran. Hal ini diantaranya adalah regulasi untuk kemudahan perijinan untuk budidaya sapi/domba di kebun sawit (daerah, pusat) serta kemudahan dan insentif bagi pelaku usaha usaha sawit yang ingin menerapkan integrasi dengan ternak (sapi dan domba).

Bagikan Berita ini