EnglishIndonesian

FGD Pengembangan Usaha Kambing Domba Mendukung Ekspor Berkelanjutan

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 16 November 2021.

Di tempat yang sama dengan pelaksanaan apresiasi kepada peternak sukses binaan Puslitbangnak( Hotel Royal), Bogor, Jawa Bara, Senin, 15 November 2021 dilanjutkan dengan acara Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Usaha Kambing Domba Mendukung Ekspor Berkelanjutan pada di. Kegiatan tersebut dirangkai pula dengan FGD Pengembangan Usaha Kambing Domba Mendukung Ekspor Berkelanjutan.

Acara FGD bertujuan untuk mendapatkan informasi dan arahan kebijakan serta mendapatkan langkah kongkrit untuk percepatan pengembangan kambing dan domba guna mendorong program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) sebagai program strategis yang dicanangkan Kementerian Pertanian tahun 2020-2024.

FGD, menampilkan 3 narasumber yaitu: Kepala Balitnak Ciawi Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak yang membawakan materi Capaian Kegiatan Usaha Kambing Boerka Hasil Kerja Sama dengan Brimob Polda Sulawesi Selatan; Peneliti Sosek Peternakan Dr. Atien Priyanti, yang membawakan materi Prospek Pengembangan Kambing dan Domba Mendukung Ekspor Berkelanjutan; dan Wakil Komandan Satuan Brimog Polda Sulsel Kompol. Nur Ichsan, yang membawakan materi Pengembangan Usaha Ternak Kambing di Brimob Polda Sulses: Prospek dan Tantangannya.

FGD dipandu oleh Drh. Iif Syarifah M (sub koordinator Program dan Evaluasi Puslitbangnak). Sebagai pembahas dalam FGD ini adalah Ir Bambang Setiadi Ms dan Dr Simon Ginting. Sedangkan perumus adalah Dr. Andi Saenab, Dr. Fitra Aji Pamungkas, dan. Ir Narta MSI.

Dari FGD dirumuskan 6 point penting bahwa Pengembangan usaha kambing dan domba guna mendorong program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) sebagai program strategis yang dicanangkan Kementerian Pertanian tahun 2020-2024 dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengakselerasi ekspor pertanian.

Kemudian bahwa Kambing dan domba merupakan komoditas strategis yang memiliki peluang prospek untuk diekspor (Singapura, Malaysia, Brunei). Guna mensukseskan program strategis tersebut, maka diperlukan penguatan aspek hulu dan hilir serta sistem perdagangan

Hal lannya adalah Pengembangan usaha kambing dan domba diperlukan untuk pengembangan berkelanjutan; program restocking indukan (klaster pembiakan); dukungan dana, teknologi, dan kebijakan; serta kerjasama dengan HPDKI

Untuk peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan pertanian modern dapat dilakukan melalui kawasan usaha kambing domba berkemandirian pakan, pabrik pakan berbasis biomasa tanaman dan implementasi teknologi inovatif, dan kelembagaan berbasis model bisnis yang berkelanjutan.

Tantangan pengembangan usaha kambing dan domba: keterbatasan lahan; permodalan, dan akses ke sumber pembiayaan, sehingga untuk pengembangan yang terarah dan berkesinambungan diperlukan dukungan pemerintah secara all out dengan komitmen jangka panjang melalui kegiatan pendampingan.

Terakhir perlu diinisiasi pembuatan Pilot Project, salah satunya melalui kerja sama dengan Satuan Brigade Mobil (BRIMOB) Kepolisian Daerah Propinsi Sulawesi Selatan. Komitmen BRIMOB: “Untuk turut membantu masyarakat akan kami tegakkan sebab negara akan kacau bila masyarakat kelaparan, sehingga kebutuhan pangan ini kami siap kawal”

Acara ini dilaksanakan secara hybrid, yang bisa dihadiri di lokasi pertemuan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan, dan secara daring melalui aplikasi zoom. Peserta dalam pertemuan berasal dari berbagai instansi terkait, seperti lingkup Kementerian Pertanian termasuk Puslitbang/Balai Besar, Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), satker lingkup Puslitbangnak, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Peternakan Provinsi dan Kota/Kabupaten. (REP)

Bagikan Berita ini