EnglishIndonesian

Domba Compass Agrinak

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 17 Februari 2017.

Domba Compass Agrinak adalah domba persilangan hasil penelitian tim peneliti dari Balai Penelitian Ternak, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Penelitian pembentukan domba Compass Agrinak telah dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama sejak tahun 1986. Domba Compass Agrinak merupakan rumpun domba baru hasil penelitian pemuliaan yang mempunyai tetua dari 3 rumpun domba yaitu domba lokal Sumatera (Indonesia), dan dua rumpun domba eksotik (domba St. Croix dan domba Barbados Balckbelly yang berasal dari Amerika Serikat). Penelitian pemuliaan pembentukan domba Compass Agrinak telah dilakukan sejak tahun 1986 yang dimulai di Sub Balai Penelitian Ternak Sungai Putih, Sumatera Utara (nama kantor pada saat itu). Penelitian tersebut kala itu merupakan kerjasama antara Small Ruminant-Collaborative Research Support Program (SR-CRSP) dengan Balai Penelitian Ternak, Ciawi-Bogor, Jawa Barat. Dalam perjalanannya seiring pergantian Tupoksi IP2TP Sungai Putih menjadi Loka Penelitian Kambing Potong maka penelitian domba Komposit dilanjutkan dan dilaksanakan oleh Balai Penelitian Ternak, Ciawi. 

Setelah terbentuknya domba Compass Agrinak, penelitian pendukung dilakukan dalam bidang nutrisi, reproduksi dan pasca panen disamping penelitian pemuliaan sebagai penelitian utamanya. Hasil penelitian pendukung tersebut dilakukan dalam upaya melengkapi informasi terkait karakter biologis dari domba Compass Agrinak. Tahapan penting selanjutnya yang telah dilaksanakan adalah uji multi lokasi domba Komposit di beberapa lokasi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba Compass Agrinak dapat berkembang dengan baik dan menampilkan kemampuan produksi yang lebih tinggi dibandingkan domba lokal sebagai pembandingnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mengajukan usulan kepada Menteri Pertanian agar domba Compass Agrinak dapat dilepas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan legalitas formal dan dasar hukum bagi pengembangan dan penyebaran domba Compass Agrinak dalam upaya meningkatkan produktivitas ternak domba. Sidang  yang dilaksanakan oleh Komisi Penilaian, Penetapan, Pelepasan Rumpun dan Galur Ternak (KP3RGT) yang berada dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan c.q. Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak telah menetapkan domba Compass Agrinak sebagai rumpun baru dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 1050/Kpts/SR.120/10/2014.

Informasi Selengkapnya : http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/index.php/publikasi/booklet/

Bagikan Berita ini