EnglishIndonesian

Cemaran Fuminisin B1 pada Pakan Ayam Pedaging dan Petelur

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 29 Agustus 2016.

Peningkatan cemaran Fumonisin B1 pada periode penyimpanan selama enam minggu, masing-masing sebesar 23,4 kali untuk pakan ayam pedaging dan 8,5 kali untuk pakan ayam petelur. Oleh karena itu, peternak harus memperhatikan waktu dan kondisi penyimpanan untuk menimalkan terjadinya kontaminasi mikitoksin pada pakan unggas.

Fumonisin B1 (FB1) adalah salah satu mikotoksin atau racun yang dihasilkan oleh jamur kapang Fusarium sp, terutama F. verticillioides, F. proliferatum dan F. nygamai. Ketiga jenis kapang ini banyak ditemukan pada produk pertanian seperti jagung, gandum, dan serealia yang digunakan sebagai bahan pangan maupun pakan.

Berbagai penyakit ternak yang disebabkan oleh adanya cemaran FB1 pada bahan pangan dan pakan diantaranya:

Di Indonesia, cemeran FB1 ditemukan pada jagung yang digunakan sebagai bahan pangan dan pakan. Pakan unggas dan rumunansia, serta bahan pakan seperti jagung, dedak dan jerami. Selain itu itu, F. verticillioides dan F. nygamai yang disolasi dari jagung lokal deketahui menghasilkan FB1dengan konsentrasi yang dapat membahayakan kesehatan ternak dan manusia.

Untuk mengatahui pengaruh penyimpanan pakan ayam pedaging dan ayam pertelur selama enam minggu pada suhu ruang tanpa ventilasi terhadap peningkatan cemaran Fuminisin B1 dan didektesi secara enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Penelitian dengan menggunakn sampel empat karung masing-masing berisi 25 kg pakan ayam pedaging dan petelur disimpan pada minggu ke-0,1,2,3,4,5 dan 6 menggunakan metode ELISA berbasis antibody monoclonal dengan lima ulangan untuk setiap karungnya. Data hasil pengujian dianalisis secara statistic menggunakan rancangan acak lengkap (RAL).

Hasil analisis menunjukan menunjukan adanya peningkatan konsentrasi FB1 pada pakan ayam pedaging dan petelur yang disimpan selama enam minggu. Kenaikan yang terjadi selama periode penyimpanan tersebut masing-masing sebesar 23,4 kali untuk pakan ayam pedaging dan 8,5 kali untuk pakan ayam petelur.

Hal ini, mengindikasikan bahwa pertumbuhan kapang Fusarium sp terus berlangsung selama penyimpanan dan memproduksi FB1. Oleh karena itu, peternak harus memperhatikan waktu dan kondisi penyimpanan untuk menimalkan terjadinya kontaminasi mikitoksin pada pakan unggas.

Sumber: Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2015

 

Bagikan Berita ini