EnglishIndonesian

Campuran Mikro Organisme Lokal Untuk Produktivitas Ternak Sapi Penggemukan

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 26 Agustus 2016.

Limbah pertanian mempunyai kelemahan terutama nilai nutrisinya rendah, serat kasar yang tinggi. Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kualitas limbah pertanian sebagai pakan ternak dengan fermentasi menggunakan campuran MOL (Mikro Organisme Lokal).


Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak ruminansia tergolong masih kurang sehingga angka pemanfaatannya masih rendah, seperti jerami padi hanya berkisar 35-37% dan pucuk tebu berkisar 3-4%.

Produk limbah pertanian bisa berupa bahan berserat tinggi, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan berserat (hijauan makanan ternak), antara lain seperti jerami padi, jerami jagung dan pucuk tebu (hasil ikutan) dari tanaman pertanian, perkebunan dan industrinya.

Namun hasil ikutan pertanian mempunyai kelemahan terutama nilai nutrisinya rendah, serat kasar yang tinggi. Selain itu, tingkat konsumsi dan kecernaan sisa hasil tanaman pertanian rendah dan tidak mencukupi untuk kebutuhan pokok sapi induk dan pertumbuhan sapi muda.

Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kualitas limbah pertanian sebagai pakan ternak adalah dengan memanfaatkan bioteknologi, yaitu melalui fermentasi dengan menggunakan campuran MOL (Mikro Organisme Lokal), serta penambahan suplemen yang diperlukan oleh sapi. Dengan melalui proses fermentasi sisa tanaman pertanian untuk dijadikan pakan akan mempermudah proses pencernaan di dalam tubuh ternak, karena produk fermentasi telah mengalami perombakan oleh mikroorganisme menjadi molekul yang lebih sederhana. Dengan demikian proses fermentasi terhadap limbah pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak, yang mampu memberi sumbangan terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah pertanian yang telah difementasi dengan menggunakan MOL buah Maja menjadi pakan subtitusi rumput pada ternak sapi penggemukan. Pengkajian yang dilakukan di Kebun Percobaan Gowa, Balai Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. Perlakuan yang diuji adalah pemberian pakan pada ternak sapi jantan yang berumur antara 1,5-2 tahun sebanyak 16 ekor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Ternak yang ditempatkan pada kandang kelompok masing-masing kandang berisi 4 ekor yang mewakili masing-masing perlakuan pakan sebagai berikut:

Dari pengkajian yang telah dilakukan memperlihatkan pertambahan berat badan yang diperoleh tertinggi sebesar 0,236 kg/hari dari ternak diberikan pakan jerami padi meskipun tidak berdaya nyata dengan ternak yang diberikan pakan jerami jagung dan pucuk tebu, tetapi bereda sangat nyata dengan ternak yang diberikan rumput alam (Kontrol). Konversi pakan terendah juga diperleh pada perlakuan pakan jerami padi. (RU/REP)

Sumber: Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2015

Bagikan Berita ini