EnglishIndonesian

Bimtek Kelompok Tani Kabupaten Cianjur oleh Puslitbangnak Sebelum Ternak Bantuan Dikirim

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 23 Juli 2021.

Dalam rangka penyebaran informasi inovasi teknologi peternakan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Ayam KUB pada tanggal 23 Juli 2021. Bimtek dilaksanakan secara daring melalui Zoom.

Bimtek dimoderatori oleh Dr. Andi Saenab selaku Koordinator Kerjasama dan Pendayaguaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Puslitbangnak. Bimtek dimulai dengan arahan dari Kabag TU Puslitbangnak, Ir. Narta Msi., yang mewakili Kepala Puslitbangnak. Dalam arahannya beliau menyampaikan kegiatan ini merupakan respon pemerintah agar masyarakat bisa mendapat ilmu ternak yang lebih baik karena didapat langsung dari peneliti yang merupakan pakar ayam KUB. Diharapkan dengan Bimtek ini dapat melahirkan peternak sehingga kebutuhan protein hewani tercukupi secara mandiri.

Sambutan Ir Parwinia MMA selaku Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan, menyampaikan terima kasih kepada Puslitbangnak yang memberikan bantuan DOC ayam KUB hasil inovasi teknogi Balitbangtan. Dinas sebagai pendamping peternak akan mendampingi peternak dan kepada peternak supaya menjaga dan mengembangkan bantuan ternak yang diberikan sebaik mungkin.

Bimtek merupakan syarat penerima bantuan 6200 DOC dari Kemenko. Di Kabupaten Cianjur ada 10 kelompok ternak yang menerima bantuan yaitu Bina mandala. Unggul Berkah. Srikandi Unggas Bhakti Mukti. Berkah Jaya. Demplot UPTD. Sugih Tani . Yamamuka. Sawargi Unggas. dan Putra Mandiri.

Narasumber dalam Bimtek ini adalah Prof. Dr. Arnold Parlindungan Sinurat dengan judul paparan Manajemen Pakan (Pemanfaatan Bahan Pakan untuk Memenuhi Nutrisi Ayam Kampung Unggul Balitbangtan Ayam KUB) dan Komarudin SPt. MSc. dengan judul paparan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan, Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri.

Prof Arnold Sinurat menyampaikan pakan adalah campuran berbagai bahan yang tersedia. Pemberian pakan adalah untuk memenuhi kebutuhan ternak untuk bertumbuh/produksi optimum. Pembuatan pakan dengan harga minimum agar memperkecil biaya produksi sehingga akan meningkatkan pendapatan peternak. Syarat lainnya adalah pakan yang aman bagi ternak dan konsumen produk ternak.

Beberapa bahan yang dapat dijadikan pakan adalah pakan adalah: jagung, dedak, tepung ikan, bungkil inti sawit, remah roti, tepung ranjungan, minyak, singkong/ gaplek, daun singkong, onggok, sagu, bungkil kedelai, ampas tahu, bungkil kelapa, bekicot dan tepung kapur.

Komarudin menyampaikan saat sudah banyak hasil inovasi Balitbangtan antara lain adalah ayam KUB-1 yang sudah dilepas dengan SK Menteri Pertanian Nomor 274 tahun 2014. Ayam ini sudah tersebar di 26 provinsi yaitu: Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Sumsel, Sumbar, Riau, Jambi, NAD, Kalsel, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Sulsel, Sulbar, Sulteng, Gorontalo, Sultra, dan Papua.

Sementara itu ayam Sensi-1 Agrinak sudah dilepas dengan SK Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2017. Ayam ini sudah tersebar di 20 provinsi yaitu: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat , Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Lampung, Sumsel, Sumbar, Sumut, Riau, Kalbar, Kalteng, Kaltara, Sulsel, Sulteng, Gorontalo dan Sulut.

Ayam Gaosi-1 Agrinak ditandai dengan bentuk jengger Single dan warna shank dominan kuning, Bobot badan umur 10 minggu, Jantan > 1.000 gram dan Betina > 850 gram. Ayam KUB-2 Janaka Agrinak memiliki produksi telur yang jauh lebih tinggi dibandingkan ayam KUB-1 dan ayam kampung pada umumnya serta sifat mengeram yang rendah

Kunci penting dalam beternak yaitu ada ayam (bibit) yang akan dipelihara dan pasar tempat menjual produksi. Bisnis ayam ayam kampung bisa berupa pemeliharan induk untuk poduksi telur tetas, penetasan untuk menghasilkan DOC, pembesaran ayam kampung (8 – 10 minggu), Pemasaran ayam hidup atau karkas dan RPA dan Pengolahan pascapanen (rumah makan atau restoran).(REP)

Bagikan Berita ini