EnglishIndonesian

Bimbingan Teknis Budidaya Ternak Domba untuk Kelompok Ternak Mandiri, Murni dan Jangkrang

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 20 Agustus 2021.

Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertanian dibawah kepemimpinan Bapak Syahrul Yasin Limpo mencanangkan pertanian  yang maju , mandiri dan modern. Demikian disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Dr. Agus Susanto  saat membuka Bimtek Budidaya Ternak Domba yang dilaksanakan 19 Agustus 2021. Bimtek yang dimoderatori oleh Dr. Andi Saenab menampilkan narasumber Dr. Wisri Puastuti dilaksanakan secara on line/zoom,

Dalam sambutannya Kapuslitbangnak menyampaikan untuk kambing dan domba sudah ekspor ke Malaysia, Singapura dan dan Timur Tengah. Itu artinya peluang sebagai usaha peternakan domba sangat menjanjikan. Pasarnya terbuka lebar. Puslitbangnak sebagai salah satu UK yang tupoksinya melakukan penelitian sudah menghasilkan domba unggul dan sudah disebarkan ke masyarakat.

Bimtek ini dilaksanakan untuk peternak di Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Kulon Progo yang akan menerima domba unggul hasil inovasi Puslitbangnak Balitbangtan. Perkawinan juga perlu diperhatikan jangan sampai terjadi perkawinan sedarah / perkawinan persaudaraan yang menghasilkan keturunan yang tidak kurang bagus. Oleh karena itu kita juga di Puslitbangnak (Balitnak) melakukan riset persilangan ternak yang unggul kemudian anak hasil persilangan akan kita sebarkan ke masyarakat.

Narasumber Bimtek BUdidaya Domba adalah Dr. Wisri Puastuti. Disampaikan bahwa beternak domba sebagai pola usaha terbagi menjadi 3 yaitu penggemukan, pembibitan dan kombinasi penggemukan dan pembibitan. Beternak domba sudah menjadi tradisi dan melekat pada petani. Ternak domba mampu tumbuh dan berkembang serta berproduksi pada berbagai kondisi agroekosistem pemeliharaan. Ternak ini cepat menghasilkan / reproduksi cepat. Lebih cepat daripada sapi dan kebau. Untuk memulai usaha, investasi awal relatif kecil dan dapat menjadi sumber pendapatan pokok, usaha agribisnis

Perkawinan: adalah proses memadukan dan menggabungkan sifat-sifat genetika untuk mewariskan ciri-ciri suatu spesies agar tetap lestari dan untuk mendapatkan keturunan sesuai yang diinginkan. Satu ekor domba jantan dapat mengawini 20 ekor domba betina. Perkawinan dapat dilakukan dengan kawin alam dan inseminasi buatan (IB). kebuntingan 150 hari.

Komposit Compas Agrinak merupakan domba unggul hasil persilangan antara tiga bangsa yaitu Barbados Blackbelly 25%, Lokal Sumatera 50% St. Croix 25%. Ciri-ciri nya adalah mempunyai pola warna beragam, putih, coklat belang, mampu beradaptasi pada lingkungan tropis dan lembab, siklus reproduksi sepanjang tahun dan mempunyai laju pertumbuhan yang baik (>100 g/h/e)

Domba Komposit Garut Agrinak merupakan domba unggul hasil persilangan antara tiga bangsa: Garut 50%, St Croix 25% Moulton Charolais 25%. Ciri-ciri nya: adalah mampu beradaptasi dengan lingkungan tropis, dapat beranak sepanjang tahun, laju pertumbuhan tinggi , jumlah anak sekelahiran 2.1 ekor/induk , pertumbuhan pasca sapih 169.1 gram/hari/ekor

Pemilihan Kambing-Domba Bibit harus memenuhi syarat yaitu: Sehat, tubuh besar (sesuai umur), relatif panjang, tidak cacat, Dada dalam dan lebar, Kaki lurus dan kuat, tumit tinggi , Bulu bersih dan mengkilat. Jantan/betina: alat kelamin lengkap, Jantan: buah jakar lengkap , Betina : ambing besar, normal dan Hindari ternak cacat: rabun, alat kelamin tidak lengkap, kaki X/O.

Biasanya umur 6-8 bulan domba sudah dewasa kelamin. Sebaiknya dikawikan pertama umur 10-12 bulan untuk domba betina dan umur diatas 1 tahun untuk domba jantan. Umur ternak dapat diketahui dengan dengan kartu cacatan, lebih akurat dan dengan jumlah gigi seri tetap yang tumbuh.

Bahan pakan dapat dikelompokkan menjadi sumber energi (biji-bijian, umbi-umbian dan hijauan pakan ternak), sumber protein leguminosa herba (centrocema, calopogonium) dan leguminosa pohon (kaliandra, indigofera, gliricidia, lamtoro, turi) dan aditif (mineral mix, garam, batu kapur, vitamin, suplemen, probiotik) serta air yang harus tersedia setiap saat.

Kelebihan: kandang panggung adalah Kandang lebih bersih, kotoran jatuh ke bawah, Kebersihan ternak lebih terjamin, lantai kandang kering, Kuman, parasit dan jamur dapat ditekan. Kotoran dapat diolah menjadi biogas dan kompos. Penyakit yang sering pada domba adalah kudis, bloat/kembung/timpani, cacingan, orf, (REP)

Bagikan Berita ini