EnglishIndonesian

Balitbangtan Siapkan Sepuluh APUnya Menjadi Kandidat Profesor Riset

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 12 Februari 2021.

Ketua Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Prof. Dr. Tahlim Sudaryanto menyatakan bahwa pada 2021 ini Balitbangtan menyiapkan 10 orang Ahli Peneliti Utama (APU) untuk menjadi kandidat Profesor Risetnya. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Workshop Pendampingan Kandidat Profesor Riset Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Ke-3 di Bogor. Workshop yang dilaksanakan secara daring tersebut diselenggarakan pada 9 Februari 2021 yang lalu.

Dari 10 APU yang disiapkan tersebut, dua diantaranya merupakan peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), yaitu Dr. Ir. Atien Priyanti SP., M.Sc. dan Dr. Anneke Anggaeni. “Workshop kali ini diikuti oleh 10 orang APU yang menjadi kandidat Professor Riset Balitbangtan. Kesepuluh kandidat berasal dari unit kerja lingkup Balitbangtan yaitu: Dr. Yuliantoro Baliadi MS dan Dr. Muhammad Azrai dari Puslitbangtan; Dr. Atien Priyanti dan Dr. Anneke Anggaeni dari Puslitbangnak; Dr. Sahat Pasaribu dan Dr. Nyak Ilham dari PSEKP , Dr. Markus Anda dari BBSDLP, Dr. Yusuf MP dari Puslitbang Hortikultura , serta Dr. Siswanto dan Dr. Bariot Hafif dari Puslitbangbun,” ungkap pria yang meraih gelar professor risetnya pada tahun 2009.

Dalam arahannya, Sekretaris Balitbangtan. Dr. Ir. Haris Syahbuddin DEA menyatakan sumber daya manusia merupakan kekuatan utama Balitbangtan. Diungkapkannya pula bahwa professor riset bukanlah akhir dari kiprah sebagai eneliti, tetapi awal dari eksistensi berkiprah dalam pembangunan pertanian. “Profesor Riset bukanlah akhir kiprah dari Ahli Peneliti Utama, tetapi adalah awal untuk menuju eksistensi kontribusi peneliti dalam IPTEK dan pembangunan pertanian. Makin cepat makin baik memangku jabatan Profesor Riset,” tegasnya.

Workshop tersebut diisi dengan paparan dari Prof. Dr. Irsal Las yang menyampaikan materi Strategi dan Kiat-Kiat Penyusunan Naskah Orasi. Dilanjutkan paparan kedua dengan judul Pedoman Umum Penyusunan Naskah Orasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ellna Karmawati.

Pada kesempatan tersebut, setiap kandidat menyampaikan presentasi naskah orasi yang dilanjutkan dengan diskusi. Dalam kegiatan workshop ini, kandidat Profesor dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kandidat didampingi oleh dua Profesor Riset.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nomor 15 tahun 2018 tercantum bahwa Profesor riset merupakan gelar pengakuan, kepercayaan, dan penghormatan yang diberikan atas keberhasilan seorang peneliti ahli utama dalam mengemban tugasnya pada organisasi litbang dan atau pengkajian instansi pemerintah. (REP/NH)

Bagikan Berita ini