EnglishIndonesian

Balitbangtan memiliki satu lagi galur baru ayam lokal unggul

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 22 Februari 2017.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memiliki satu lagi galur baru ayam lokal unggul, yaitu ayam pedaging unggul Sentul Terseleksi Agrinak (SenSi-1 Agrinak). lewat Balai Penelitian Ternak (Balitnak) telah meluncurkannya pekan ini.

"Galur ini untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan bibit ayam lokal unggul," ujar Plt Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan(Kapuslitbangnak), Dr. Fadjry Djufry, MSi, dalam siaran pers-nya, Selasa (21/2/2017).

Lebih lanjut  Kapuslitbangnak mengatakan bahwa galur terbaru itu merupakan varian lanjutan dari ayam KUB. Galur SenSi-1 Agrinak akan menghasilkan ayam lokal pedaging berbobot 800-1.000 gram untuk usia 70 hari. Ayam ini juga relatif lebih tahan penyakit.

Kepala Balai Penelitian Ternak Dr. Suharsono menambahkan,  SenSi-1 Agrinak merupakan merupakan salah satu galur murni (pure line) ayam lokal pedaging unggul. Menurut beliau, ayam ini dapat dimanfaatkan sebagai ayam niaga (final stock) dan atau  ayam tetua (parent stock).

Bapak Dr. Suharsono menjelaskan, penelitian yang menghasilkan  ayam lokal  unggul tersebut telah berlangsung selama 5 tahun. Proses seleksi kemudian dilakukan terhadap ayam jantan berumur 10 minggu.

Proses seleksi galur:

Galur ayam SenSi 1 Agrinak merupakan hasil seleksi fenotip dan bobot badan umur 70 hari, selama enam generasi dari rumpun ayam Sentul, SDG ayam asli Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat.

Rumpun ayam Sentul yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 698/Kpts/PD.140/2/2013, tanggal 13 Februari 2013) sebagai ayam nasional lokal asli dari wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Rumpun ini mempunyai postur tubuh yang khas dan dominasi warna bulu abu polos yang khas, meskipun di tempat habitatnya ayam Sentul ini mempunyai keragaman warna bulu dan bentuk jengger, sebagai akibat perkawinan dengan rumpun asli ayam Kampung.

Upaya pemurnian dengan memilih warna dominan abu dan warna pucak (putih bercak hitam) serta bentuk jengger kacang, yang disertai dengan seleksi ayam jantan dengan bobot hidup 25% tertinggi pada umur 70 hari. Kriteria seleksi ini dimaksudkan untuk mendapatkan keseragaman tampilan dan perbaikan bobot hidup. Kriteria seleksi yang tidak dilakukan pada ayam betina, kecuali warna bulu adalah bertujuan agar sifat-sifat ketahanan tubuh ayam SenSi 1 Agrinak tidak banyak berubah dari ketahanan tubuh rumpunnya.

Selain kriteria seleksi yang diperlakukan pada rumpun ini, lingkungan optimum, tidak maksimum, terutama kualitas pakan di tetapkan pada kualitas 17% protein kasar dengan 2800 kkal ME/kg selama masa pertumbuhan sampai dengan umur 20 minggu. Pertimbangan ini diambil dalam rangka mengantisipasi kondisi pemeliharaan di peternak. Pemberian pakan dengan kualitas lebih baik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan nilai ekonomis lebih baik.

Berikut ini keunggulan ayam lokal SenSi 1 Agrinak:

Bagikan Berita ini