EnglishIndonesian

Balitbangtan Dorong Pengembangan Usaha Kambing Perah di Deli Serdang dengan Beri Bantuan Alat Pengolahan Susu dan Bibit Ternak

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 08 Desember 2021.

Kegiatan Riset dan Pengembangan Inovasi Kolaboratif (RPIK) Sumatera Utara telah menyelenggarakan acara Gelar Teknologi dan Bimbingan Teknis Kemandirian Pakan Berbasis Sumberdaya Lokal  Komoditas Jagung-Kambing di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang pada 7 Desember 2021. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan peresmian unit produksi pengolahan susu (kefir, yoghurt, dan susu fermentasi) dan pabrik pakan mini. Dilanjutkan dengan bimbingan teknis tentang teknik pengolahan susu menjadi berbagai produk olahan susu serta manajemen kesehatan dan pengendalian penyakit pada kambing serta manajemen pembibitan kambing perah. 

Sebagai bentuk dukungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) terhadap peningkatan produksi susu nasional dilkakukan pemberian bantuan alat pengolahan susu, 25 ekor bibit kambing perah Anpera di komunitas peternak kambing perah milenial di Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang. Bantuan bibit kambing Anpera ini didistribusikan pada bulan April 2021 yang lalu. 

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Deli Serdang, Rahman Saleh Siregar, Koordinator Program dan Evaluasi (PE) Puslitbangnak Dr. Eko Handiwirawan, Kepala Loka Penelitian Kambing Potong Sungai Putih Dr. Fera Mahmilia serta Para Penanggungjawab Kegiatan Pengembangan RPIK Kambing-Jagung di Deli Serdang dan para peternak kambing perah di Deli Serdang.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian dari Kementerian Pertanian kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat melalui program RPIK ini. “Kami berharap bahwa program pengembangan kambing perah yang telah dirintis oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang dan Pemerintan Pusat melalui Kementerian Pertanian dapat terlaksana dengan lebih baik” jelasnya. Ditambahkan, selain dari pascapanen produk kambing perah, peternak juga dapat memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk organik seperti yang saat ini dilakukan di Kecamatan Kutalimbaru melalui program RPIK.

Kegiatan RPIK di Sumut dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu sampai hilir yang dibagi dalam lima sub kegiatan, antara lain tanaman (jagung dan rumput), ternak (kambing dan formulasi pakan), mekanisasi pertanian, pasca panen, dan sosial ekonomi. Lokus kegiatan RPIK dilaksanakan di lima kecamatan: Percut Sei Tuan, Kutalimbaru, STM Hilir, Sunggal, dan Pancur Batu. 

Dalam kegiatan RPIK peternak dibina dalam pengembang VUB jagung dengan pemberian  pupuk organik yang diberikan. Selain itu petani juga harus mengembangkan tanaman hijauan pakan ternak. Hasil samping jagung bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan formulasi Lolit Sapo serta untuk pengolahan pakan  didukung dengan alsintan berupa chopper dan mixer

Input produksi dioptimalkan dengan perbaikan genetik ternak melalui penyilangan induk kambing lokal dengan pejantan Boerka. Dari sisi pascapanen, peternak dibina dalam penguasaan penanganan dan pengolahan susu kambing. Keseluruhan kegiatan akan dirangkum dalam model kelembagaan yang akan dibentuk untuk menjalankan bisnis secara mandiri.

Di Kabupaten Deli Serdang susu kambing selain dikonsumsi secara segar, juga dikonsumsi dalam bentuk olahan berbagai produk seperti yoghurt, kefir, susu fermentasi, dll. Program RPIK ini diharapkan bisa menjadi sebagai salah satu titik ungkit peningkatan produksi susu kambing di Kabupaten Deli Serdang maupun produksi susu secara nasional.(GET/REP)

Bagikan Berita ini