EnglishIndonesian

Bahas Program Aksi Integrasi Jagung-Sapi, Tim RPIK Balitbangtan Kunjungi Pemkab Sumbawa

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 28 Mei 2021.

Pada tanggal 27 Mei 2021, Tim Riset dan Pengembangan Inovasi Kolaboratif (RPIK) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang dipimpin oleh Prof.(R) Dr. Ismeth Inounu melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Ir. Iskandar D., M.Ec.Dev. Audiensi yang dipandu oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kab. Sumbawa Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., ini merupakan tindak lanjut dari audiensi dengan Pemerintah Provinsi NTB dua hari sebelumnya di Mataram.

Pembahasan dalam audiensi tersebut ini lebih menekankan pada program aksi untuk memperoleh dukungan dalam hal infrastruktur seperti ketersediaan listrik di lokasi kawasan yang telah disepakati, penyediaan bangunan untuk pabrik dan gudang pakan, lokasi pembangunan silo/bunker, dan lainnya.

Tak hanya beraudiensi, Tim Pemkab Sumbawa pimpinan Asda Admin Umum yang didampingi enam Kepala Dinas terkait turut turun ke lapangan bersama Tim RPIK Balitbangtan untuk melakukan sosialisasi dengan Camat Labangka dan lima Kepala Desa yang menjadi lokasi pengembangan serta perwakilan petani-peternak dalam kelompok petani. Hal ini mengindikasikan bahwa Pemkab Sumbawa mendukung penuh program tersebut.

Salah satu kunjungan lapang diarahkan pada wilayah Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) dengan luas 226 hektar yang dimiliki oleh Pemkab Sumbawa yang saat ini tidak operasional secara baik.

Selain melaksanakan audiensi dan sosialisasi, Tim RPIK Balitbangtan juga melaksanakan survei baseline secara simultan. Tim yang diturunkan berjumlah 35 orang dari tujuh satuan kerja dan dibantu oleh 10 tenaga lapang yang ada di lokasi setempat. Survei ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal petani peternak usaha integrasi jagung-sapi untuk sekiranya dapat dilakukan intervensi guna meningkatkan nilai tambah keluara petani. Survei dilakukan selama 5 hari dengan wawancara terstruktur dengan media kuesioner yang telah diuji coba sebelumnya dan diperoleh 197 responden petani. Kegiatan survei ini juga mengidentifikasi keberadaan sarana alat mesin pertanian yang menjadi dukungan utama dalam pemanfaatan biomasa jagung sebagai sumber pakan sapi yang selama ini tidak digunakan oleh petani. (NH/AP)



Bagikan Berita ini