EnglishIndonesian

Akselerasi Program Sawit Ternak sebagai Upaya Menambah Pasokan Daging Merah

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 10 November 2016.

Telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 25 Oktober 2016 di Pekanbaru, Riau. FGD ini berperan dalam mensosialisasikan Background Paper yang berjudul “Improving Policy on Domestic Red Meat Production in Indonesia through Acceleration Integrated Palm Oil-Cattle and Small Ruminant Development” dengan mitra yang terdiri dari pemangku kepentingan di daerah dan pelaku usaha integrasi sawit ternak dalam pola usaha intensif.  FGD dibuka oleh Dr. Bess Tiesnamurti (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan) yang dihadiri oleh 43 peserta dari instansi terkait dan perguruan tinggi, kelompok peternak sawit-sapi, GAPKI Provinsi Riau, serta pengusaha sawit yang tertarik untuk melakukan usaha integrasi sawit-sapi.

FGD kali ini bertujuan untuk mengkompilasi pandangan dan alternative rekomendasi dari potential clients dalam rangka mengakselerasi program sawit ternak untuk menambah pasokan daging merah (sapi dan kambing/domba). Potential clients meliputi Pemerintah Pusat dan Daerah, Kementerian Pertanian (Ditjen Perkebunan serta Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan), dan pelaku usaha perkebunan sawit dan peternakan (sapi dan domba). Kebijakan dan regulasi diperlukan dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri melalui integrasi sawit-ternak. Meskipun sudah cukup lama program ini diintroduksikan, namun implementasi di lapang belum dapat dilakukan secara massive.
FGD dibagi menjadi 2 sesi. Sesi I dengan dimoderatori oleh Prof (R) Dr. Sjamsul Bahri menampilkan 4 narasumber. Prof. (R) Dr. Tjeppy D. Soedjana menyampaikan paparan dengan judul Dukungan kebijakan dalam tata kelola integrasi sawit ternak secara intensif. Kemudian dilanjutkan oleh  Prof (R) Dr. Tahlim Sudaryanto dengan judul Dukungan kebijakan dalam pola kemitraan dan kerjasama lintas sektoral untuk akselerasi integrasi sawit ternak. Narasumber berikut Kepala dinas Perkebunan Provinsi Riau menyampaikan paparan dengan judul Dukungan Kebijakan dalam Jaminan Keamanan dan Usaha Perkebunan untuk Akselerasi Integrasi Sawit-Ternak dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau dengan judul Dukungan Kebijakan dalam Jaminan Keamanan dan Usaha Peternakan untuk Akselerasi Integrasi Sawit-Ternak.

Kemudian dilanjutkan sesi II yang dimoderatori oleh Dr. L. Hardi Prasetyo menampilkan 4 narasumber. Dukungan kebijakan yang diperlukan dalam usaha integrasi sawit-ternak disampaikan oleh PT Tri Bakti Sarimas Pekan Baru Riau; yang dilanjutkan dengan Dukungan kebijakan dan inovasi teknologi yang diperlukan dalam usaha integrasi sawit ternak disampaikan oleh PT Cahaya Amal Gemilang Rokan Hilir Riau. Sebagai tim perumus dalam FGD ini Dr. Rahmat Hidayat (Manajer Akademik Sekolah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran) dan Dr. Dwi Sisriyenni (BPTP Riau).

Berdasarkan hasil diskusi, dukungan kebijakan yang diperlukan dalam usaha integrasi sawit-sapi adalah: 1) Menyediakan tenaga pendampingan (tenaga penyuluh yang memiliki keahlian) kepada pemilik perkebunan sawit untuk dapat mewujudkan program sawit-sapi; 2) Mempermudah proses impor indukan sapi dari luar negeri; 3) Merumuskan kebijakan perpajakan yang dapat memberikan keringanan pada peternak sapi khususnya yang dilakukan dengan pola integrasi sawit-sapi; dan 4) Memperbanyak produksi embrio sapi unggulan untuk menunjang keberhasilan program inseminasi buatan (IB) dan transfer embrio (TE) pada usaha sawit-sapi; serta 5) Memberikan pelatihan (training) pada pelaku usaha integrasi sawit-sapi untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian tentang ternak sapi. (TM/REP)

Bagikan Berita ini