EnglishIndonesian

3 R dan 5 F Untuk Hewan Coba

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 30 Juni 2021.

Telah dilaksanakan “Pelatihan Mereviu Proposal Penggunaan Hewan Coba” di Loka Penelitian Sapi Potong pada 9-12 Juni 2021. Pelatihan dibuka oleh Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Dr. drh. Dicky M. Dikman, M.Phil, yang dalam sambutannya menyampaikan agar semua kegiatan penelitian didaftarkan atau diajukan kepada tim KKHB. Hal ini penting  agar mendapatkan nomor register klirens etik penggunaan hewan coba. Dengan demikian Lolit Sapi Potong akan menjadi contoh dan acuan kepada UPT lainnya bahwa telah menerapkan kaidah Kesrawan.

Selanjutnya disampaikan bahwa penting manfaatnya pengajuan klirens etik penggunaan hewan coba terkait dengan untuk keperluan penulisan jurnal Nasional dan Internasional. Diharapkan dengan pemaparan dari Dr. drh. Sutiastuti W, MSi dan Dr. drh. Susan M Noor, MVSc serta dengan kegiatan Pelatihan mereviu proposal penggunaan hewan coba, semua peneliti dapat mengaplikasi penggunaan formulir. Khususnya anggota Tim KKHB di UPT Lolitsapi kompeten dalam mereviu proposal penggunaan hewan coba dan dapat membantu peneliti Lolitsapi dalam mengajukan proposal serta dapat segera mendaftarkan untuk dapat ditindaklanjuti.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah ketua Tim KKHB Dr. Sutiastuti Wahyuwardani, MSi menyampaikan paparan dengan judul Komisi Kesejahteraan Hewan Coba Balitbangtan dan Dr. drh. Susan M Noor, MVSc. Dengan judul paparan Pelatihan Cara mereviu Proposal Penggunaan Hewan Coba.

Dr. Sutiastuti Wahyuwardani, MSi menyampaikan Komisi Kesejahteraan Hewan Coba Balitbangtan (KKHB)/Animal Care and Use Committee of Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (ACUC IAARD), merupakan komite yang bertanggungjawab memberikan rekomendasi dan persetujuan terhadap proposal penggunaan hewan coba yang diajukan peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian, yang dinyatakan dengan pemberian nomer registrasi klirens etik dan selanjutnya memonitor penerapan kesrawan pada saat penelitian berlangsung.

Susunan Komisi Kesejahteraan Hewan Balitbangtan terdiri dari Ketua, peneliti/scientist, dokterhewan/attending veteiner serta non scientist di lingkup Puslitbangnak yaitu dari Puslitbangnak, BBLitvet, Balitnak, Lolitsapi dan Lolitkambing.

KKHB bertugas untuk Mereviu proposal penelitian menggunakan hewan dan memberikan no. Registrasi klirens etik di semuaUK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian, melakukan monitoring Penerapan Etika Penggunaan Hewan Coba dalam Kegiatan Penelitian, membuat SOP/Menyusun Pedoman Penggunaan Hewan Coba.

KKHB dibentuk dengan pertimbangan adanya UU/peraturan/pedoman yang berlaku di sebagian besar negara didunia yang terkait penjaminan kesejahteraan hewan coba, tuntutan/tekanan masyarakat perlunya penggunaan hewan coba secara etis yang memenuhi aspek kesrawan, untuk memonitor penerapan kesejahteraan hewan agar kualitas hasil penelitian/pengujian lebih terjamin, Persyaratan klirens etik bagi penelitian untuk publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, persyaratan kerja sama internasional antar institusi dan persyaratan untuk mendapatkan akreditasi internasional.

Dr. drh. Susan M Noor, MVSc menyampaikan Pelatihan Cara Mereviu Proposal Penggunaan Hewan Coba. Penggunaan hewan coba diupayakan memenuhi 3 R yaitu Replacement (Penggunaan teknik/metode untuk menggantikan penggunaan hewan dalam penelitian, Reduction (Pengurangan jumlah hewan yang digunakan) dan Refinement (meminimalkan perlakuan yang menyebabkan rasa sakit). Selain itu juga memenuhi kaidah 5F (fredoom/ kebebasan), yaitu bebas dari rasa lapar dan haus, ketidaknyamanan, rasa sakit dan penyakit, ketakutan dan stress, serta mengekspresikan tingkah laku alami.

Pelatihan diikuti oleh : Dr. Ir. Dicky Pamungkas, MSc, Dr. Yeni Nur Anggraeni, Mutia Primananda, SPt, MP, drh. Cahyani Kartika Maharani, Drh. Yeni Widyaningrum, MSi, Alif Shabira Putri, SPt, Retno Widiyawati, SPt, , Mozart Nurul Aprilliza AM, MSi.

Praktek reviu proposal klirens etik penggunaan hewan coba dilakukan pada 19 proposal yang diajukan oleh peneliti. Hasil reviu proposal diperoleh hasil 4 proposal telah memenuhi kaidah kesrawan, dan telah langsung diberikan nomor registrasi klirens etik hewan, Sebanyak 14 proposal diberikan saran perbaikan dan langsung diperbaiki sesuai saran tim KKHB dan kemudian diberikan no. Registrasi klirens etik, Satu proposal ditolak karena penelitian sudah selesai dilaksanakan (REP)

Bagikan Berita ini