EnglishIndonesian

3 M Strategi Formulasi Ransum Yang Efisien dan Efektif Pada Sapi Potong

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 31 Agustus 2021.

Pakan menjadi faktor utama dalam dunia peternakan. Dengan kualitas pakan yang baik akan menghasilkan pertumbuhan ternak yang baik. Pakan merupakan faktor penting dalam usaha peternakan, sehingga perlu strategi khusus untuk efisiensi biaya produksi.  

Mengingat betapa pentingnya faktor pakan pada pemeliharaan sapi potong maka Loka Penelitian Sapi Potong mengadakan Bimbingan Teknis dengan topik “Strategi Formulasi Ransum Yang Efisien dan Efektif Pada Sapi Potong” secara online melalui ZOOM Meeting, tepatnya pada tanggal 30 Juli 2021.  Kegiatan BIMTEK dibuka oleh Ir. Mariyono selaku Ketua Peneliti Nutrisi dan Pakan Ternak. Narasumber dalam Bimtek adalah Dr. Yenny Nur A. dan dimoderatori oleh Risa Antari, Phd.

Usaha peternakan sapi potong menurut jenis pemeliharaan dibedakan menjadi dua yaitu pembibitan dan penggemukan.  Untuk itu pakan yang digunakan pun berbeda disesuaikan  dengan jenis pemeliharaan. Untuk mencapai produktivitas dan keuntungan yang maksimal peternak perlu adanya efisiensi biaya produksi. Biaya pakan memerlukan komponen terbesar dalam usaha peternakan.

Dalam paparannya Dr. Yeni Nur Anggraeni menyampaikan effisiensi biaya pakan memerlukan strategi formulasi ransum yang efektif, biasa disebut dengan 3 M (Memilih, Memilah dan Menyajikan).  MEMILIH, pakan harus mudah didapatkan; berkelanjutan; tidak bersaing dengan manusia dan murah.  Pakan yang murah dapat berasal dari limbah pertanian seperti jerami padi, kacang, kedelai, singkong, jagung dan kacang tanah. Namun dalam pemilihannya harus memperhatikan proses MEMILAH, proses ini dilakukan untuk memperbaiki kualitas bahan serta mengurangi efek negatif bahan pakan, terdapat 3 metode yang kerap dilakukan yaitu pengolahan secara fisik, kimia dan biologi.  M yang terakhir yaitu MENYAJIKAN, dalam pemberian pakan perlu diperhatikan beberapa hal diantaranya jenis ternak; status fisiologis; bahan pakan; kebutuhan pakan; kecukupan pakan dan teknis penyajian.

Bahan pakan yang wajib ada untuk ruminansia antara lain harus mengandung sumber serat, energi, dan protein. Oleh karena itu pakan harus mengandung 3 poin diatas.

Dr. Yeni menyebutkan bahwa Lolit Sapi saat ini telah menggembangkan aplikasi “FORAMSI” yaitu Formulasi Ransum Sapi, aplikasi “FORAMSI” sudah dapat didownload melalui website Lolit Sapi yaitu lolitsapi.litbang.pertanian.go.id. Harapannya dengan adanya aplikasi tersebut dapat membantu peternak dalam membuat ransum yang disesuaikan dengan kebutuhan sapi yang dipelihara, sehingga produktivitas sapi potong dapat meningkat.  

Pemaparan oleh materi disambut baik oleh peserta hal tersebut terbukti dari banyaknya peserta yang antusias mengajukan pertanyan pada sesi tanya jawab yang dilakukan melalui chat maupun langsung. Bimtek diikuti oleh 303 peserta dari berbagai latar belakang pekerjaan yang berbeda, baik dari peneliti, penyuluh, petugas inseminator dan peternak. (REP/SI)

Bagikan Berita ini